122 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Pada Malam Tahun Baru

  • Bagikan

BNI.id, (Selayar – Sulsel) — Sebanyak 122 orang, terjaring Operasi Yustisi, pada malam pergantian tahun 2020 ke tahun 2021 yang berlangsung di beberapa tempat khususnya dalam kota Benteng, hingga Jumat (1/1/2021) dini hari

Operasi Tim gabungan secara besar – besaran ini dibawah kendali langsung Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Temmangnganro Machmud S.IK, MH yang digelar tepat pada malam pergantian tahun 2021.

Sementara pelaksanaan operasi yustisi oleh Tim gabungan Covid 19, Tingkat Kabupaten, melibatkan seluruh jajaran aparat Kepolisian Polres Kepulauan Selayar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar)

Ops Yustisi ini dipimpin langsung oleh, Kasat Pol PP Damkar, Drs. Ahmad Aliefyanto, MM Pub dan Kalaksa BPBD, Ahmad Ansar, M. Si yang didampingi oleh Kepala Bidang Darurat, Hj. Hamdani, bersama Kasie logistik, Drs. Jaenuddin.

Sementara aparat Satpol PP Damkar di back up oleh personil patroli motor (Patmor) Polres Kepulauan Selayar yang diwakili Brigadir Achmad Suhaemi dan Brigadir Haerul.

Pelaksanaan operasi yustisi, sebanyak 122 orang terjaring dengan pelanggaran Prokes dan diawali dari beberapa warkop dalam kota Benteng, diantaranya warung kopi 239 dan warkop RD jalan S. Siswo Miharjo, Benteng, disusul ke Warkop di Desa Parak Kecamatan Bontomanai

Selain itu Tim juga sadar Warkop dan pedagang Sarabba, di sepanjang jalan Sukarno Hatta dan sepanjang Pantai pasar lama serta ke Warkop Tanadoang di lingkungan Bonea, Kelurahan Benteng Utara.

Seluruh pelanggar yang terjaring sebanyak 122 orang, langsung didata sesuai dengan identitas kependudukan masing-masing dan diberi sanksi push up di tempat.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Temmangnganro Machmud, S.IK, MH, selaku pimpinan kendali operasi, menegaskan, “seluruh pelanggar yang terjaring langsung dikenai sanksi upaya pembubaran paksa”.

Terpisah, Kasat Pol PP Damkar, Drs. Achmad Aliefyanto mengatakan, “operasi yustisi pergantian tahun baru digelar personil gabungan hingga pagi dini hari dan masyarakat yang terjaring, melanggar ketentuan protokol kesehatan”.

“operasi yang kita gelar malam ini masih tetap pada tataran sosialisasi. Akan tetapi, jika sampai akhir bulan Januari, masih didapati pelanggar prokes, maka tim akan langsung melakukan penindakan dengan menerapkan sanksi denda senilai lima puluh ribu rupiah.

Selain itu, denda sebesar dua ratus lima puluh ribu, juga sudah akan diterapkan. (Rizal/04).

Editor : Syam Hunter.

 

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara