Sekda Sampang: Kericuhan Sepak Bola, ASKAB dan PSSI Sampang Terancam Sanksi

  • Bagikan

BNI.id, (Sampang Madura – Jatim) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang memberikan perhatian khusus, buntut kericuhan sepak bola yang terjadi di wilayahnya, antara Kesebelasan Putra Banyuates VS Barbara FC yang berakhir ricuh. Minggu (27/12/2020)

Sanksi sedang menanti Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sampang Madura Jawa Timur.

Terkait pertandingan Sepak bola berujung kericuhan di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang pada hari Jumat 25/12/2020.

Sekda Kab.Sampang H.Yuliadi Setiawan S.Sos MM, ketika di konfirmasi awak media BNI.id pada Sabtu malam (26/12), membenarkan bahwa akan di prosesnya pihak yang menjadi pemicu kerusuhan di Lapangan Wijaya Kusuma pada (25/12/).

Menurutnya, setelah kejadian tersebut Tim Gugus Tugas melakukan konsolidasi dengan Tim Penindakan Covid-19 dari unsur TNI/Pori, Satpol PP dan Dinkes.

“Tetap akan di tindak mas, cuma kan berproses sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia, juga mengatakan sesuai regulasi dan ketentuan yang ada, pihak yang melakukan penindakan bagi pelanggar regulasi terkait Covid-19 itu adalah Satpol PP. Jadi kasus pertandingan Sepak bola yang berujung ricuh di Lapangan Wijaya Kusuma sudah ditangani oleh Satpol PP.

Saat awak media BNi.id melakukan konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Sampang Drs.Suryanto MM, mengaku pihaknya akan memanggil Ketua Pelaksana dan unsur lainnya guna untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah menugaskan (PPNS) Penyidik Pegawai Negeri Sipil untuk memproses kasus yang menyeret nama Askab PSS Sampang,” tutur Suryanto, minggu (27/12).

Dijelaskannya lagi, setelah diproses oleh PPNS Satpol PP, baru dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk mengeksekusi hukuman yang diberikan.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Sampang Muhammad Faruk S.Pd mengaku akan bertanggung jawab dan siap menerima sangsi apapun yang nanti diberikan Gugus tugas Covid-19 Sampang. Minggu (27/12).

Diungkapkannya bahwa, sejak awal sudah disampaikan pasca kericuhan langsung mengambil langkah dan tindakan strategis.

“Pada malam kejadian itu juga kami mengambil langkah dan tindakan tegas baik secara internal maupun eksternal,”ungkapnya.

Ia, juga menjelaskan tindakan internal menyerahkan, memutuskan untuk menghentikan turnamen sepak bola tersebut, selanjutnya ia juga menyerahkan proses sidang disiplin kepada Komisi Disiplin (Komdis) maupun Komisi Banding (Komding).

Secara eksternal berkoordinasi dengan Sekdakab selaku Ketua Gugus Tugas, Kapolres dan Dandim 0828 untuk menjelaskan kronologi kejadian serta permohonan maaf.

Selain itu akan mengunjungi korban dari pemain dan official Putra Banyuates yang informasinya menjadi korban pemukulan.

Tidak hanya itu, Politisi PPP dapil 1 ini juga sempat menegaskan akan bertanggumg jawab dan menerima sangsi dari pemangku kebijakan. (@to’epbni/05).

Editor : AR Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara