Komdis Askab PSSI Sampang,Jatuhkan Sangsi Atas Kerusuhan di Pertandingan

  • Bagikan

BNI.id, (Sampang Madura – Jatim) – Komdis Askab PSSI  Sampang Jatuhkan sangsi pada Panpel dan Kesebelasan Putra Banyuates VS Barbara FC. Minggu (27/12/2020).

Komdis PSSI Sampang akhirnya menjatuhkan Sanksi pada (Panpel) Panitia pelaksana Kompetisi Internal Tahun 2020 pasca kerusuhan pertandingan antara Putra Banyuates vs Barbara FC.

Dalam lanjutan kompetisi internal Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Sampang, Komisi Disiplin (Komdis) memanggil Panitia Pelaksana, Pengawas Pertandingan, Pengadil lapangan, (Wasit) dan manajemen klub peserta kompetisi. “Jum’at,25/12/2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komdis Askab PSSI Kabupaten Sampang yaitu Bahri, ia juga mengatakan bahwa pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi dan keterangan terkait permasalahan yang terjadi pada saat pertandingan kedua klub berlangsung.

“Dari pemanggilan itu, merujuk pada peraturan yang ada Peraturan Panitia Khusus (PPK), maka selain kompetisi dibekukan, kami juga memberikan sanksi kepada panitia dan kedua klub yang bertanding pada saat itu,” terangnya.

Adapun sanksi yang dijatuhkan, antara lain Imam Hakiki yang bertugas sebagai wasit dilarang memimpin satu kali pertandingan resmi di wilayah Kabupaten Sampang, Ainul Yaqin dan Fajar yang bertindak sebagai asisten wasik, dan juga Fairus yang bertindak sebagi pengawas pertandingan dilarang memimpin pengawasan pertandingan resmi Kabupaten Sampang.

Selanjutnya Komdis juga telah memberikan sanksi kepada mereka yang bertindak sebagai Panpel yaitu : Wafi Anas, Fauzan, Mohammad Imam, Hamdan, dan Haris Hariannya yang menjadi panitia pelaksana dijatuhkan sanksi dilarang menjadi panitia selama dua kali berturut – turut dalam pertandingan resmi di Kabupaten Sampang.

Tidak hanya itu, kedua klub yang bertanding pada saat kekisruhan juga tidak luput dari sanksi antara lain ; Pertama kepada Official Putra Banyuates inisial (YP) dilarang mengikuti pertandingan resmi selama dua kali pertandingan, Dua kepada klub Barbara FC dilarang mengikuti kompetisi resmi internal selama dua tahun kompetisi dan juga harus membayar denda sebesar Rp. 10 juta rupiah.

“Dari tanggal pemberian sanksi itu, mereka juga diberikan jeda dalam waktu 7×24 jam untuk mengajukan banding atas putusan Komdis yang telah di putuskan, “pungkasnya.

Terkait permintaan klub Putra Banyuates yang menilai kekisruhan tersebut akibat tidak profesionalnya panitia, pihaknya juga mengaku telah menjawab dengan tegas sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang berlaku.

“Jadi apa yang disangkakan oleh klub Putra Banyuates sudah kami beri jawaban, yakni menjatuhkan sanksi kepada penitia dan semua pihak yang terlibat saat pertandingan itu,” tegasnya.

Namun sebelumnya, Amirusi yang juga selaku (Jubir) Juru bicara Putra Banyuates, Amirusi mengatakan bahwa pihaknya telah sangat dirugikan dengan kinerja dari panitia pelaksana, mengingat sebelum kompetisi dimulai sudah ada kesepakatan antara panitia dengan klub peserta.

“Kesepakatannya sudah jelas bahwa tidak ada suporter sehubungan adanya Pandemi Covid 19/Corona, maka kami dapat menyimpulkan bahwa kejadian itu akibat kelalaian dan pembiaran yang dilakukan oleh panitia,” katanya.

Lanjutnya lagi, “Yang jelas kami tetap meminta agar pihak terkait untuk mengusut tuntas atas kejadian ini yang berakibat penganiayaan yang dilakukan kepada korban dari Putra Banyuates,” terangnya. (@to’epbni/05).

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara