Kesal Layanan Pemerintah, Supardi Segel Kantor Desa Bontokoraang

  • Bagikan

Bni.id, (Selayar – Sulsel) — Jajaran Aparat Kepolisian Sektor Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan mengamankan dan membawah sebilah balok kayu dari kantor Desa Bontokoraang.

Balok yang diamankan polisi selanjutnya akan dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara dugaam penyegelan kantor Desa oleh salah seorang oknum warga masyarakat Dusun Teko, atas nama Supardi, mantan anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Bontokoraang.

Tindakan penyegelan kantor Desa yang dilakukan Supardi, pada sekitar pukul 16.30 Wita, hari, Rabu, (23/12/2020) sore kemarin, bermula dari pengajuan surat izin usaha yang urung, ditanda tangani Kades Bontokoraang.

Aparat kepolisian Polsek Bontomanai yang mendapat laporan penyegelan kantor desa dimaksud langsung berkoordinasi dengan Babinsa Desa Bontokoraang, Serda Andi Supriadi dan langsung bergerak cepat ke TKP.

Tiba di lokasi, aparat kepolisian sektor Bontomanai yang dipimpin kapolsek, AKP Ramli RA, langsung membuka segel kantor Desa yang dipalang dengan menggunakan sebilah balok kayu oleh lelaki Supardi.

Kapolsek Bontomanai, AKP Ramli RA mengatakan, tindakan pembukaaan segel ini dilakukan dalam rangka untuk mendukung lancarnya aktivitas pelayanan publik, di kantor Desa.

Sementara balok kayu yang digunakan untuk menyegel pintu kantor desa, langsung kita amankan dan dibawah ke polsek untuk dijadikan barang bukti guna kepentingan proses lidik lebih lanjut.

Kapolsek Bontomanai AKP Ramli RA yang dikonfirmasi mengatakan bahwa, terkait dengan perkembangan penyidikan menguraikan, “pelaku penyegelan sendiri, sudah kita mankan untuk dimintai keterangan dan untuk sementara waktu dikenai sanksi wajib lapor.

Saksi wajib lapor dikenakan setelah diamankannya yang bersangkutan selama kurun waktu 1×24 jam.

Terkait dengan motif yang melatar belakangi tindakan nekad pelaku, masih sementara kita dalami dan dalam proses penyidikan.

Proses pemeriksaan masih terus kita lanjutkan dan kembangkan untuk mengungkap motif dibalik tindakan penyegelan yang dilakukan Supardi.

Pasalnya, tidak ada seorangpun saksi mata yang berada di TKP, karena pada saat kejadian, staf beserta perangkat desa sudah pulang ke rumah masing-masing, pungkas Ramli, saat dihubungi, Kamis, (24/12/2020) malam. (Rizal/04).

Editor: Syam Hunter.

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara