WVI Kerja Sama Tim Covid-19 Halut, GMIH, MUI, DP3AKB dan PATBM Gelar Latihan Psikososial

  • Bagikan

BNi.id, (Halut-Malut) – Wahana Visi Indonesian (WVI) Halmahera Utara (Halut) bekerja sama dengan Satgas covid 19 kabupaten, GMIH, DP3AKB, PATBM dan MUI menggelar pelatihan Dukungan Psikososial, di Smorgan Resto Jalan Kawasan Pemerintahan Halut. Kamis (24/12/2020).

Kegiatan pelatihan psikososial tersebut mulai dilaksanakan pada (23/11), (15/12) dan (21/12) dengan rincian Kegiataanya yaitu ;

1. Pada tanggal 23 November 2020, kegiatan pelatihan Psikososial tersebut dimana WVI Halut menggandeng GMIH untuk melibatkan tokoh agama Kristen.

2. Tanggal 15 Desember 2020, kegiatan yang sama juga digelar dengan melibatkan DP3AKB Dinas Perlindungan Anak.

3. Terakhir tanggal 21 Desember 2020, dalam kegiatan tersebut WVI Halut menggandeng Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halmahera Utara dan melibatkan tokoh-tokoh agama Islam se-Halmahera Utara.

Sedangkan, Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut yaitu ; Psikolog.Rani Monika Purba M.Psi, J.C Mangimbulude, P.hd dan dari MUI H. Arifin Neka,SH MSi.

Eko Hariono yang juga sebagai Area Program Manager (APM) kantor operasional Wahana Visi Indonesia Halmahera utara menjelaskan, dimasa pandemi Covid-19 ini membuat sebagian masyarakat yang rentan akan menghadapi kondisi sulit.

“Individu yang rentan ini bisa jadi Anak-anak dan orang tua yang kehilangan mata pencaharian karena tidak bisa bekerja lagi,” jelasnya.

Eko, juga menjelaskan ada masyarakat yang masih mempunyai pemahaman yang kurang tepat dalam menyikapi pandemik ini yang juga bisa mengakibatkan adanya perilaku-perilaku yang tidak mendukung pelaksanaan protokol sehingga mereka menjadi rentan tertular, kemudian adanya penolakan keluarga suspect.

Ia, juga menyayangkan adanya stigma di masyarakat mengenai penyintas covid 19, sehingga menimbulkan banyak masalah-masalah sosial yang cukup rumit juga selain masalah ekonomi.

“Untuk itu dibutuhkan peran tokoh tokoh masyarakat bahkan sampai di level bawah didesa untuk mampu menjalankan perannya agar masyarakat yang masuk dalam kategori rentan ini bisa ‘berfungsi ‘ kembali menjalankan perannya untuk mendukung kebiasaan baru dimasa pandemik ini”, ucapnya.

Eko, juga berharapan setelah terselenggaranya kegiatan ini, para peserta dalam hal ini tokoh masyarakat dan tokoh agama mampu berperan memberikan dukungan psikososial setidaknya bagi lingkungan dimana mereka tinggal.

“Tentunya peran mereka sebagai tokoh akan mempermuda masyarakat untuk menerima masukan dan arahan yang disampaikan,” tutup Eko, (Ar/05).

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara