Bupati Sampang Deklarasi Program PPSP, Terapkan Kebijakan Songkem Sanitasi

  • Bagikan

BNI.id, (Sampang Madura – Jatim) – Bupati Sampang H.Slamet Junaidi melaksanakan kegiatan deklarasi kebijakan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang digelar di Aula Mini Pemkab Sampang Madura. Kamis (24/12/2020).

Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat menandatangani deklarasi progran PPSP, dengan dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (23/12) kemarin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang, Ir Hj Umi Hanik Laila,M.M, dalam laporannya menyampaikan, bahwa bidang sanitasi sangat penting dan berkaitan erat dengan taraf kesehatan masyarakat.

Ia memaparkan, jika kondisi sanitasi suatu permukiman kualitasnya baik, maka dapat dipastikan taraf kesehatan masyarakat dikawasan tersebut akan cukup tinggi. Sebaliknya jika kualitas sanitasi kurang baik, maka taraf kesehatan masyarakatnya akan rendah.

“Tujuan dari pencanangan program PPSP itu yakni menjamin kebersihan lingkungan manusia sehingga terwujud suatu kondisi kesehatan masyarakat, serta untuk mengembalikan, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan manusia,” jelas Hanik.

Menurutnya juga, Sejauh ini sasaran yang digarap dalam pembangunan sanitasi adalah sektor persampahan dan air limbah domistik. Pertimbangannya karena kedua sektor tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan.

Ia, juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam hal ini telah berupaya keras melaksanakan pembangunan bidang sanitasi yaitu dengan membangun infrastruktur persampahan di (TPA) Tempat Pembuangan Akhir di Desa Gunung Maddah untuk melakukan pengolahan sampah dibagian wilayah selatan.

“Sedangkan, TPA Ketapang untuk wilayah utara. Termasuk juga peningkatan sarana dan prasarana (sarpas) pendukung, baik kwantitas dan kwalitas agar kinerja pengelolaan persampahan terus selalu mengalami peningkatan, ”ungkapnya.

Untuk mendukung kinerja pengelolaan persampahan, pihaknya telah membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah. Tujuannya ialah mendorong peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan.

Sementara disektor air limbah, Bappelitbangda telah membangun (MCK) Mandi Cuci Kakus dan prasarana lainnya untuk menyediakan sarana pembuangan air limbah domestik bagi masyarakat. Ini semua dilakukan untuk menjaga agar kesehatan lingkungan tetap terjaga.

Namun diakuinya, upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini masih belum mencapai tujuan seperti yang diharapkan. Mengingat banyak kendala yang dihadapi antara lain, aspek regulasi, kelembagaan, teknis, juga aspek pendanaan atau pembiayaan, advokasi dan aspek perilaku hidup yang bersih dan sehat.

“Kendala utama yang dihadapi dalam melaksanakan program PPSP tersebut, karena masih terbatasnya sarana dan prasarana persampahan dan air limbah domistik, serta terbatasnya anggaran,”ujannya.

Sementara itu Bupati Sampang, H Slamet Junaidi menegaskan, Pemkab perlu melaksanakan PPSP secara signifikan terencana, terukur dan terpadu, guna mewujudkan masyarakat Sampang Hebat Bermartabat.

“Pembangunan infrastruktur sanitasi perlu ditingkatkan lagi, agar masyarakat terlayani kebutuhannya,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan, untuk mengatasi keterbatasan alokasi anggaran dibidang sanitasi, ia berjanji akan berupaya keras melakukan terobosan untuk menggali sumber dana dari APBN, maupun APBD Provinsi, serta Dana Alokasi Umum (DAU) juga perlu ditingkatkan. Termasuk pula dari (CSR) Corporate Social Responsibility, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMD dan bantuan dari perusahaan migas di Sampang.

“Kami akan tetap bertekad melaksanakan PPSP dengan menciptakan slogan (TUNAS) Tuntas Sanitasi Aman Saterossah Sampang,” ucapnya.

Bupati juga menekankan, agar seluruh Kepala OPD benar-benar melaksanakan program dan kegiatan sanitasi secara koordinatif, interaktif dan sinergi antar OPD.

“Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri dengan mengedepankan ego sektoral. Agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai, “pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya Provinsi Jatim menyatakan sangat mengapresiasi langkah Pemkab Sampang atas kepeduliannya terhadap pembangunan bidang sanitasi serta memberikan dukungan serta semangat kepada Bupati Sampang dalam menjalankan paket kebijakan spektakuler yaitu Songkem Sanitasi. (@to’epbni/05).

Editor : A.R Tjereni

 

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara