Bupati Minahasa Tenggara: Masuk Atau Keluar harus ada Surat Jalan dan Rapid Test

  • Bagikan

BNI.id,(Mitra – Sulut) – Pasca di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19, pekan depan Pemerintah Kabupaten Mitra dalam hal ini Bupati Mitra James Sumendap SH mengambil langkah tegas pekan depan semua pintu masuk Kabupaten Mitra segera di tutup kembali.

Dimana setiap pintu masuk yang ada di Kabupaten Mitra kembali akan dibangun Pos Covid-19 seperti di Pos Toluaan Selatan, pos Toluaan, Pos Ratatotok, Pos Pangu (gunung potong), pos Bentenan Senin 21 Desember 2020. Kecuali ada kedukaan yang harus dihadiri oleh anak, kakak, atau adiknya kalau cuman sudara kita balikin.

Orang yang keluar masuk di Kabupaten Mitra harus ada surat jalan, serta maksud kunjungan di Mitra untuk apa, sebaliknya orang keluar maksud tujuan apa. Kalau tidak ada kepentingan akan dikembalikan, ujar Bupati Kabupaten MitraJames Sumendap Jumat 18 Desember 2020 disaat adakan rapat lewat vicon dengan Forkopimda, gugus tugas, bersama FKUB Kabupaten Mitra.

Selain itu, Bupati menyampaikan aktifitas ibadah juga diminta dilakukan secara live streaming yang kita akan terapkan seperti saya lakukan pada bulan Maret dan Juli. Serta masuk di Kabupaten Mitra harus sudah di Rapid test ini akan diberlakukan untuk memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kata Bupati.

Begitupun dengan aktivitas Pariwisata di Kabupaten Mitra akan kami tutup, namun hanya 1 yang akan kami buka yaitu pasar. Jangan ada yang beranggapan, kalau aktivitas di Gereja atau mesjid di tutup tapi pasar dibuka.

Karena sebagai Bupati, harus mengatur secara bijak. Bisa saja pasar akan kami buat dengan menjaga jarak, perlu di pasar Ratahan akan memakai jalan. Karena kalaupun pasar ditutup, roda perekonomian di Mitra tidak akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Karena itu, kita berdoa bersama agar tahun depan Pademi Covid-19 akan segera berakhir.

Karena kita harus putuskan bersama, pihak Kepolisian,TNI, para toko agama, toko masyarakat serta seluruh masyarakat. harus bekerjasama. kepada teman-teman Pendeta, para imam-imam bersama gugus tugas Kabupaten Mitra kita memutuskan secara bijak, Kabupaten Mitra harus Lockdown.

Janganlah bermimpi bernatal dan tahun baru di gereja, tapi bermimpilah Natal dan Tahun baru didalam hati kita, tutupnya. (Theresia/Masye Abast/01).

Editor: Hunter

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara