Aktivis MDW dan JK Jatim, Sukses Gelar Talk Show

  • Bagikan

BNI.id, ( Sampang Madura – Jatim ) – Aktivis MDW dan JK Jatim, Sukses gelar Talk Show dalam “Apa Kabar Kab.Sampang” di Aula PKP RI jalan Trunojoyo. Kamis (17/11/2020).

Aktifis Kabupaten Sampang Madura Development Watch (MDW) dan Jaringan Kawal Jawa Timur (JK Jatim) sukses menggelar Talk Show yang bertajuk “Apa Kabar Kabupaten Sampang?. Rabu (16/12/2020).

Kegitan tersebut bertujuan untuk melihat sejauah mana pencapaian kinerja Visi & Misi Bupati Sampang (JIHAD) H.Selamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat dalam masa kepemimpinannya selama dua tahun.

Dalam acara tersebut dihadirI oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sampang, diantarannya, Plt.Dinas Kesehatan Agus Mulyadi.

Agus Mulyadi dalam paparannya mengatakan, banyak praktek makelar dalam pelayanan kesehatan di Sampang masih menjadi atensi utamanya.

Menurutnya, minimnya pengetahuan dari masyarakat dikalangan bawah terhadap pelayanan kesehatan yang prima di rumah sakit, umumnya masih menjadi pemicu terhadap berkeliarnya makelar atau calo.

“Mekelar adalah salah satu problem di rumah sakit, dan ini terjadi karena banyak ketidaktahuan masyarakat soal kartu BPJS. Dan untuk kartu BPJS kami proses pendekatan ke Kades, “tuturnya.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, ditempat yang sama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setyawan tidak menampik hal tersebut adanya praktik kongkalingkong makelar dalam pelayanan tersebut.

Menurutnya untuk menangkal praktik tersebut Pemkab sudah menyiapkan tekhnologi berupa (SSR) Sampang Smart Room. Pihaknya berharap dengan aplikasi SSR nantinya bisa mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Nanti kalau mau ke salah satu poli misalnya, warga bisa daftar lewat aplikasi dari rumah. Tidak ada makelar-makelar lagi,” jelas Yuliadi.

Dirinya juga mengajak semua elemen masyarakat untuk turut ikut andil dalam pembangunan Kabupaten Sampang, dan berharap apabila menemukan kendala yang disebebkan oleh aparatur desa dibawah untuk dapat dilaporkan.

“Silahkan laporkan apabila menemukan hal yang menjadi kesulitan, kadang kendalanya masyarakat takut untuk melapor,” pungkasnya. (@to’epbni/05)

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara