Polres Halsel “Tak Bernyali” Proses Aktor Pengrusakan Pagar Kantor Bawaslu

  • Bagikan

BNI.Id, (Halsel – Maluku Utara) – Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Selatan (Halsel) diduga “Tak Bernyali” memproses sejumlah penyuruh (doenplager) yang merusak pagar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) beberapa waktu lalu, Selasa (15/12/2020).

Padahal, kantor bawaslu adalah aset negara dan pengrusakan pagar Bawaslu itu juga masuk pengrusakan aset Negara tetapi hingga saat ini tidak pernah diproses oleh Polres Halsel.

Kuasa Hukum Usman-Bassam, Noldi Kurama kepada redaksi BNI, Senin (14/12) kemarin mengatakan dugaan tindak pidana pengrusakan kantor Bawaslu Halsel itu berkasnya sudah P19 tetapi hingga saat ini para pelaku utama dan yang menyuruh alias doenplager tidak pernah diproses.

“Dalam berkas P19 itu tertulis jelas bahwa menurut pengakuan Ridwan Towara, yang berperan penyuruh adalah (doenplager) adalah saudara Amrul Doturu, Abdurrahman, Leo Hana, Sefnat Tagaku dan Rahmat dan belum diproses untuk P21, padahal berkasnya sudah P19,” tandasnya.

Lanjut Noldi, sesuai unsur pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP bahwa pelaku (pleger) adalah orang yang melakukan perbuatan yang memenuhi unsur delik dalam hal ini sudah jelas adalah para terdakwa, kemudian yang menyuruh lakukan (doenplager) adalah orang yang melakukan perbuatan pidana dengan perantara org lain dan perantara tersebut yaitu para terdakwa digunakan sebagai alat dalam hal ini para terdakwa (dader) tidak akan melakukan perbuatan pengrusakan pagar tanpa perintah atau suruhan dari doenplager.

“Mereka yang masih lakukan aksi saat pleno rekapitulasi berjalan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan (Halsel) itu harus diproses karena mereka ini berkasnya tinggal P21. Jadi, saya mendesak kepada Polres Halsel agar mereka yang masih melakukan aksi harus segara ditahan,” pinta Noldi. (One/03)

Editor : Onetria

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara