Unras JMKS-SI, Tuntut Walikota Subulussalam

  • Bagikan

BNI.Id, (Kota Subulussalam -Aceh ) -Jaringan Mahasiswa Kota Subulussalam seluruh Indonesia (JMKS-SI) Mengadakan unjuk rasa kedua kali didalam satu bulan terakhir ini ,mahasiswa bergerak dari lapangan beringin kota Subulussalam dan melakukan orasi damai di simpang tugu BPD kota Subulussalam ,Kamis (10/12/2020).

Unras di bawah pengawasan ketat dari pihak keaman personil Polres Subulussalam dan juga pihak Sat lantas polres Subulussalam.

Dalam aksi tersebut para mahasiswa di bawah kordinator lapangan Salohin Munthe, meyuarakan 13 butir tuntutan terhadap Walikota diantara nya :

1.Meminta data base dalam bentuk SoftCopy serta penjelasan anggaran 20%dari APBK Kota Subulussalam untuk pendidikan .

2.Meminta Walikota Subulussalam mengeluar kan kebijakan tetap mengenai anggaran organda kemahasiswaan dan dana Asrama mahasiswa di seluruh Indonesia.

3.Meminta kepada Walikota untuk melakukan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di kota Subulussalam .

4. Meminta kepada walikota agar menyusahkan dan mengangkat Kepala sekolah sesuai golongan dan tanpa tindensius kepentingan Politik dan SARA yang sesuai dengan Zonasi .

5. Meminta klarifikasi PLT.Kepala dinas dan kebudayaan atas tercatut nya nama oknum kadis tersebut didalam daftar penerima Beasiswa dan meminta walikota agar menjamin kedepan tidak ada lagi para PNS menerima beasiswa di kota Subulussalam .
6. Menjelaskan realisasi dana beasiswa terhadap 60 orang ,penerima beasiswa dari MPD kota Subulussalam .

7. Meminta walikota Subulussalam memecat Plt.Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Subulussalam .

8. Meminta walikota segera membubar kan team asitensi walikota atau mengosongkan kursi Asisten 1,Asisten 2,Asisten 3.

9. Mengaktifkan kembali bus sekolah di seluruh pemko Subulussalam .

10. Meminta kepada lembaga DPRK Kota Subulussalam untuk melibat kan mahasiswa dalam rapat -rapat terbuka di DPRK Subulussalam .

11. Meminta walikota Subulussalam mengutamakan Putra Putri ,daerah dalam lelang jabatan strategis pemerintah kota subulussalam ,

12. Hentikan segala bentuk kolusi dan nevotisme di kota Subulussalam

13. Meminta rekapitulasi Anggaran dana Covid -19.dan realisasi nya.

Setelah para mahasiswa berorasi beberapa saat di simpang tugu BPD kota Subulussalam massa bergerak menuju kantor walikota di komplek perkantoran Sada kata kota subulussalam.

Sebelum masuk ke kantoran walikota sempat dihadang oleh petugas keaman dan mengingat kan para peserta unjuk rasa harus mematuhi Pro kes/ pakai masker ,dan pihak aparat di wakili Kabak Op.polres kota Subulussalam sempat membagikan beberapa masker terhadap peserta unjuk rasa.

Namun sesampai nya di halaman kantor walikota Subulussalam , Para mahasiswa berorasi sambil mengusung keranda mayat dan photo oknum kepala dinas dan photo walikota dan meminta walikota segera turun dan menemui mereka namun sampai satu jam mereka menunggu walikota atau utusan pihak pemerintah.

tidak kunjung datang hingga para mahasiswa membakar keranda dan simulasi pocong yang mereka bawa dan membakar ban bekas di halaman kantor walikota tersebut ,membuat para aparat keamanan marah dan terjadi lah kericuhan antara mahasiswa dan pihak kepolisian dan suasana sempat memanas .

sehingga pihak polisi polres kota Subulussalam sempat menangkap dua orang peserta aksi karena dianggap kedua orang tersebut menjadi pemicu keributan dan setelah pihak aparat menanyakan tentang edintitas kedua orang tersebut bukan lah seorang mahasiswa dan kedua nya mengakui bahwa mereka bukan mahasiswa lagi namun tergolong dalam organisasi Gabungan anak Subulussalam (GAS) (Rambe/01).

Editor: Hunter

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara