Sekda Sampang Tegaskan Pupuk Bersubsidi masuk dalam Pengawasan

  • Bagikan

BNI.id, (Sampang, Madura – Jatim) – Dalam upaya mengoptimalkan kinerja pengawasan pupuk dan pestisida, serta untuk menjamin penyaluran pupuk sesuai harapan, Selasa (08/12/2020).

Hal itu disampaikan oleh Sekda Sampang Yuliadi Setiyawan dalam Rakor Dinas Pertanian dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Rapat yang dilaksanakanĀ di Aula Dinas Pertanian tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan.

Selanjutnya, Sekda Yuliadi Setiyawan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyambut baik digelarnya rakor tersebut.

Ia berharap, dari rakor tersebut bisa memberikan konstribusi positif dalam upaya mewujudkan pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi yang baik dan merata di wilayah Sampang.

Menurutnya juga, pupuk bersubsidi tersebut termasuk dalam kategori barang dalam pengawasan, maka penyalurannya harus hati-hati dan sesuai dengan peruntukkannya.

“Untuk menyikapi itu semua maka dibentuk KP3 sebagai wadah koordinasi pengawasan pupuk dan pestisida,” terangnya.

Lanjutnya lagi, tugas KP3 itu mulai dari pengawasan, pengalokasian, peredaran hingga penggunaan pupuk dan pestisida yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan serta menekan terjadinya kelangkaan dipasaran.

“Jumlah, jenis dan tempatnya dengan mutu yang terjamin, serta harga yang terjangkau,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang Suyono menyampaikan, kegiatan rakor tersebut sebagai media bagi seluruh stakeholder yang tergabung dalam KP3 bersama distributor dan pengecer pupuk, untuk menyamakan persepsi dalam pengawasan, penyaluran pupuk dan pestisida agar tepat sasaran.

“Untuk memantau perkembangan realisasi tersebut, diharapkan tim KP3 terus melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan,” imbunya.

Ia pun berharap, Tim KP3 juga harus melaksanakan pembinaan kepada kios pengecer agar distribusi pupuk bersubsidi dapat dipertangungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Produsen melakukan pembinaan kepada distributor, dan distributor juga melakukan pembinaan kepada pengecer,” pungkasnya.

Adapun yang hadir dalam kegiatan rakor itu diantaranya, Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres Sampang, Kodim 0828, Disperindag, BNI 46, Dinas Teknis, Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang), perwakilan dari PT Petrokimia Gresik serta distributor se-Kabupaten Sampang. (@to’epbni/05).

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara