Tim Deputi III Kantor Staff Kepresidenan Kunjungi Dinas Pertanian Sampang

  • Bagikan

BNI.id, (Sampang – Madura) – Dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi penyaluran pupuk bersubsidi, tim Deputi III Kantor Staf Kepresidenan melakukan kunjungan ke kantor Dinas Pertanian Sampang, Senin (07/12/2020).

Kunjungan tersebut, untuk memonitor perkembangan implementasi Kartu Tani dalam penyaluran pupuk subsidi serta integrasi Kartu Tani dengan e-RDKK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media hadir pula dalam kunjungan itu, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma, Tenaga Ahli Utama Bustanul Arifin, Tenaga Terampil Khaira Abdillah serta dua orang Tenaga Ahli Madya Kedeputian III Kantor Staf Kepresidenan, yakni Wisnu Aji Nugroho dan Asmiati Malik.

Hadir juga Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Edi Purwanto dan didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang Suyono.

“Kunjungan mereka untuk memberikan dukungan dalam percepatan pelaksanaan program prioritas nasional dan juga pengelolaan isu strategis dengan turun langsung mengecek ke kios-kios dan juga ke sejumlah petani,” ucap Suyono, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Menurut Suyono, program Kartu Tani dari Kementan ini untuk memudahkan penyaluran pupuk bersubsidi melalui aplikasi e-RDKK.

“Dengan adanya kartu tani, nantinya para petani dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi. Langkah seperti ini juga efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk mengoptimalkan rencana tersebut, pihaknya terus melakukan evaluasi maupun perbaikan sebagai upaya agar seluruh petani di Kabupaten Sampang bisa memiliki Kartu Tani.

“Di tahun 2020 yang siap menerima kartu tani atau sudah di entry sebanyak 124.471 NIK (petani, red) dan Alhamdulillah di tahun 2021 nanti, total yang sudah ter-entry sebanyak 161.143 petani se Kabupaten Sampang,” bebernya.

Suyono memastikan, pola distribusi pupuk subsidi yang menggunakan Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti mesin EDC. Ia mengatakan di masa transisi ini petani diharapkan bisa mengetahui penggunaan dan manfaat Kartu Tani.

Kita akan maksimalkan pola distribusi agar pupuk subsidi benar-benar bisa diterima oleh petani yang membutuhkan.

“Oleh karena itu, pola distribusi terus kita perbaiki, baik dari pendataan melalui e-RDKK hingga menggunakan Kartu Tani. Kita pastikan dahulu kesiapannya sebelum Kartu Tani diterapkan secara efisien,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada setiap petani untuk tidak khawatir, karena sudah ada kebijakan pemerintah dalam rangka mempermudah petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

“Buat petani yang belum memahami mekanismenya, kita harapkan segera memahami cara baru ini. Kita yakin cara ini akan efektif, karena dengan Kartu Tani pola pendistribusian akan tepat sasaran,” pungkasnya. (@to’ipbni/05)

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara