UQB Giat Pengabdian Masyarakat Dimasa Pandemi Covid-19

  • Bagikan

BNI.id, (Toba – Sumut) – Yosefo Gule, S.Th., M.Pd, salah satu Akademisi dari Universitas Quality Berastagi (UQB) Ketika Melakukan Pengabdian Masyarakat di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Immanuel Hutahaean di Desa Simatibung – Hutahaean. Senin (07/12/2020).

Ketika dikonfirmasi media pada Yosefo Gule, S.Th., M.Pd tentang dalam rangka mendukung himbauan pemerintah dan PGI mengenai pemindahan seluruh aktifitas gereja, termaksud ibadah minggu menjadi aktifitas dan ibadah keluarga di rumah masing-masing.

“Maka dengan situasi ini penting di adakan sosialisasi kepada warga jemaat tentang pentingnya menjaga kualitas kerohanian anggota jemaat di masa pandemi covid-19 dengan tetap bertekun dan beribadah di rumah,” ujarnya.

Sebab sambungnya, “Esensi ibadah keluarga dengan ibadah di gereja secara umum sepenuhnya saling mengambil bagian dalam ibadah dari persekutuan tubuh Kristus yang universal.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Quality Berastagi (LPPM UQB) melalui dosen prodi.PGSD merespon akan kepedulian tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat.

“Dengan tema ‚ÄúSuatu Upaya Menjaga Kualitas Kerohanian Anggota Jemaat di Masa Pandemi Covid-19 di GMI Hutahaean,” ungkap Yosefo Gule, S.Th., M.Pd kepada wartawan Minggu (22/11/2020)

Solusi yang dapat diberikan atas wabah Virus Corona ditengah masyarakat yang mengakibatkan sangat berdampak pada kehidupan keluarga dan kerohanian jemaat GMI Immanuel Hutahaean adalah lewat sosialisasi kepada warga jemaat bagaimana peranan kepala keluarga berperan aktif menjaga kualitas kerohanian keluarganya. Menjaga kualitas kerohanian anggota jemaat dapat dilaksanakan melalui peranan kepala keluarga itu sendiri dan peranan dari majelis gereja.

Dari sisi peranan kepala keluarga, setiap kepala keluarga harus berperan aktif di tengah-tengah keluarga untuk menjalankan ibadah minggu di rumah masing-masing, sebagai pengajar spiritualitas iman Kristen, pengayom bagi istri dan anak-anaknya, membimbing dan mengajari anak-anaknya, serta mampu menyikapi dampak pademi Covid-19 ini dengan baik.

Kepala keluarga yang berperan sebagai imam harus mampu membangun persekutuan dengan keluarga dengan saling melibatkan semua orang dalam perencanaan dan pencapaian tujuan keluarga, saling mendukung, serta menunjukkan kepercayaan dan kesetiaan.

Secara umum di dalam gereja yang menjadi seorang imam bagi seluruh warga jemaatnya ialah Pendeta, sedangkan di masa pandemi Covid-19 ini, mau tidak mau kepala keluarga (suami / laki-laki) yang mengambil peran sebagai imam.

Oleh sebab itu, kepala keluarga sudah sepatutnya menjadi teladan secara karakter maupun rohani bagi keluarganya. Seorang kepala keluarga berperan membantu anggota keluarganya bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Tuhan.

Sedangkan fungsi peranan majelis gereja adalah melakukan upaya persuasif, koreatif dan proaktif dilakukan, untuk memberikan penguatan dan bimbingan pastoral kepada warga jemaat baik lewat komunikasi via HP, WhatsApp maupun media sosial lainnya.

Oleh sebab itu pada akhirnya kehidupan anggota keluarga jemaat dimasa pandemi covid-19 ini tetap terjaga kualitas kerohaniannya.(Dison.t/05)

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara