Oknum Kepsek SD Negeri Petrah 2, Diduga Lakukan Pungli ke Siswa

  • Bagikan

BNI.id, (Bangkalan Madura – Jatim ) – Manfaat Dana Bos tidak dirasakan oleh siswa-siswi pada Sekolah Dasar Negeri Petrah 2 di Kec.Tanah Merah Kab.Bangkalan, Sabtu (05/12/2020).

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah yang pada dasarnya untuk penyediaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.

Dalam penggunaan dana BOS Reguler pembiayaan administrasi kegiatan sekolah harus digunakan untuk pembiayaan rutin sekolah.

Hal itu juga, memicu pada Permendikbud no 8 tahun 2020 tentang petunjuk dan teknis BOS Reguler. Salah satu dari dana BOS itu adalah ”Pembelian alat dan atau bahan habis pakai yang dibutuhkan dalam mendukung dalam proses (KBM) Kegiatan belajar mengajar di sekolah” dan diantaranya adalah penyediaan buku tulis dari sekolah.

Namun, manfaat dana BOS tersebut tidak dirasakan oleh siswa-siswi pada Sekolah di SD Negeri 2 Petrah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan.

Pasalnya, pihak sekolah masih membebani siswa dengan mengharuskan siswa membayar sejumlah buku yang disediakan oleh sekolah tersebut.

Salah seorang murid SD Negeri Petrah 2 secara gamblang menuturkan kepada awak Media BNI.id terkait pembelian buku Tematik.

”Iya pak saya disuruh beli buku Tematik seharga Rp.12.000, per anak untuk Tema 2 tapi untuk Tema 1 saya diberikan cuma-cuma, ” tuturnya dengan polos.

Menurut siswa tersebut bahwa pihak sekolah menekan siswa untuk membayar sejumlah buku yang disediakan sekolah dan jika tidak dibayar, maka siswa tersebut tidak akan di ikutkan dalam ujian.

”Saya tidak boleh ikut ujian pak, jika saya tidak membeli buku itu” tuturnya kepada awak media.

Dari kenyataan yang ada bahwa Kepala Sekolah SD Negeri Petrah 2 telah menyalahgunakan dana BOS yang sudah diprogramkan oleh pemerintah.

Setelah dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah tersebut di rumahnya Beliau mengaku bahwa untuk pembelian buku Tematik tersebut dana yang ada di sekolah tidak memadai dan kurang dari anggaran sehingga kebijakan Kepala Sekolah untuk Tema 2 diwajibkan kepada semua murid untuk membeli buku seharga Rp.12 000.

Kemudian awak media bertanya kepada Kepala Sekolah, ”Apakah hal tersebut sudah dirapatkan dengan pihak Komite Sekolah”. Kemudian beliau menjawab sambil panik kebingungan menepuk keningnya, ”Waduh saya lupa pak kalau ada Komite di sekolah,” akuinya.

Semoga dengan adanya temuan tersebut menjadi pembelajaran kepada semua sekolah-sekolah supaya tetap memperhatikan Protokol Pendidikan yang dianjurkan pemerintah demi perkembangan dan kemajuan Pendidikan Nasianal di Indonesia. (@to’ipbni/05).

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara