Menjelang MotoGP 2021 di Indonesia, Ketua DPD RI Adakan Rakor

  • Bagikan

BNI.id, ( Jakarta ) – Menjelang pelaksana MotoGP 2021 di Indonesia, Ketua DPD RI LaNyalla mengadakan Rapat Kordinasi Pembangunan Sirkuit Mandalika NTB di Jakarta. Rabu (02/12/2020).

Menindaklanjuti kunjungan kerja ke NTB pekan lalu, Ketua DPD RI menggelar (Rakor) rapat koordinasi antara DPD RI, Menteri PUPR, Gubernur NTB dan ITDC pada selasa (01/12) kemarin.

Rakor kali ini dimaksud untuk memastikan progres pembangunan Sirkuit Mandalika NTB dan fasilitas pendukungnya dapat terbangun sesuai jadwal.

Rakor ini penting, mengingat event MotoGP yang rencana digelar di bulan Oktober 2021, pihak Dorna sebagai Lisensor akan datang ke Indonesia dua kali.

“Pertama rencanya pada bulan Februari untuk melihat progress pembangunan Sirkuit, dan kedua, pada bulan Juni untuk menentukan kelayakan Sirkuit dan fasilitas pendukungnya,” jelas LaNyalla pada saat membuka rakor.

Rakor kali ini yang digelar di rumah Ketua DPD RI itu diikuti oleh Menteri PUPR M. (Basuki Hadimoeljono). Gubernur NTB (Zulkieflimansyah) Dirut ITDC (Abdulbar M. Mansoer), Ketua Umum KADIN NTB (Faurani) dan sejumlah pejabat eselon I Kementerian PUPR dan para Kadis Pemprov NTB.

Sementara Ketua DPD didampingi Ketua Komite III (Sylviana Murni) dan Wakil Ketua Komite II (Bustami Zainudin) dan Senator dapil NTB (Sukisman).

Ditambahkan LaNyalla, pada tahun 2021 Indonesia mempunyai dua event Internasional sport tourism, yaitu Piala Dunia Sepakbola U-20 dan MotoGP Series di Mandalika.

“Untuk event Piala Dunia U-20, FIFA sudah selesai melakukan verifikasi stadion. Di antaranya di Jakarta, Palembang, Surabaya, Solo dan Bali. Nah sekarang tinggal Sirkuit Mandalika, Makanya harus dipastikan lulus verifikasi dari Dorna,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB dalam paparannya menyampaikan beberapa hal yang mendesak untuk direalisasikan kepada Kementerian PUPR, terkait konektivitas dan infratruktur Mandalika.

Diantaranya peningkatan jalan akses dari Pelabuhan Gili Mas menuju Mandalika, penambahan jalur jalan akses MotoGP dan penyediaan air baku Mandalika.

“Selain itu, ada dua pembangunan kawasan penunjang sebagai potensi ekonomi yang bisa dimaksimalkan. Yaitu pembangunan jalan daerah potensial di Kabupaten Sumbawa dan pengembangan infrastruktur di Kabupaten Bima ke Labuan Bajo, ‚ÄĚjelas Zulkieflimansyah.

Sambungnya lagi, “Karena ini bisa untuk sport tourism kalau kita menggelar event sepeda Tour De Labuhan Bajo-Sape-Bima-Mandalika, “tambah Gubernur Zulkieflimansyah.

Menanggapi beberapa usulan dan masukan terkait Mandalika, Menteri Basuki menyakinkan bahwa anggaran untuk Mandalika yang sudah dipatok pemerintah sebesar Rp. 1,7 trilyun tidak dialihkan dan tidak terkena refocusing.

“Memang agak melambat karena ada faktor pandemi saja. Anggarannya ada dan aman. Jadi tinggal dipercepat kerjanya saja, “ungkap Basuki.

Sementara menyangkut usulan dari Gubernur terkait peningkatan kawasan pendukung dan konektivitas, kementerian PUPR akan memperhatikan dan mengalokasikan.” pungkasnya. (@to’ip/05)

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara