Pencarian Korban Terseret Banjir Kali Tiabo, Perluas lokasi ke Perbatasan Laut Halut-Haltim

  • Bagikan

BNI.id, (Halut-Malut) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Abner Manery menyebutkan di hari ke-4 hasil pencarian korban terseret banjir kali Tiabo kec. Galela Barat belum juga di temukan, Selasa (01/12/2020).

BPBD Halut bersama Tim SAR sampai hari ini mesih berupaya memaksimalkan pencarian korban tersebut.

Kepala BPBD Halmahera Utara (Halut) Abner Manery dalam wawancara bersama awak media BNI.id mengatakan, Pencarian di hari ke-4 hari ini memperluas lokasi dengan menggunakan Speed karet.

“Hari ini, sudah hari ke-4 pencarian korban hanyut terbawa banjir kali Tiabo, namun hasilnya masih nihil,” ucap Abner.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kronologis kejadia, pada hari Jumat (27/10) sekitar pukul 11.30 wit, saksi Roger warga desa wari kec. Tobelo dan korban Vions Baridji warga desa Duma kec. Galela Barat tersebut menggunakan rakit menyeberangi kali Tiabo untuk pulang. Namun sampai di pertengahan kali, tiba-tiba datang banjir.

Roger dan Vions hanyut terbawa banjir, Roger melihat ada pohon yang tumbang ke kali dan berpegangan agar tidak terbawa banjir, namun karena Roger kelelahan sehingga harus melepaskan rakit tersbut dengan posisi Vions (korban) di atas rakit dan terbawa banjir, Roger yang masih berpegangan pada pohon yang tumbang kemudian berusaha untuk naik kedarat dan pulang ke rumah untuk meminta bantua keluargaā€¯ jelasnya.

Percarian yang dilakukan oleh Tim BPBD Halut, selain menggunakan speet karet juga menggunakan dron untuk memperluas dan memaksimalkan pencarian.

“Untuk memaksimalkan pencarian, kami juga menggunakan drone,” cetusnya.

Abner menambahkan lagi, pencarian akan dilakukan selama 7 hari dan hari ini selasa 01/12 sudah masuk hari ke-4 dan Tim BPBD yang ditugaskan sebanyak 6 Orang dengan pembagian jalur yang ditentukan.

“Kami membagi tim yaitu, 4 orang menggunakan Speet karet, 2 orang menggunakan drone dan 6 orang menyisir pesisir pantai,” ungkpanya

Abner berharap, cuaca bisa mendukung untuk melakukan pencarian tersebut, dan semoga secepatnya korban dapat di temukan.

Sementara itu, Wilson Alexander yang juga ikut tergabung dengan tim bersama nelayan yang berasal dari desa wosia membantu pencarian korban menyisir laut pulau Tolonua dan sekitarnya sampai perbatasan wilayah laut halut-haltim. Namun, belum membuahkan hasil. (Ar/05).

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara