Rehan, Balita Penderita Hidrosefalus Telah Menghembuskan Nafas Terakhir

37

BNI.id, (Palu – Sulteng) – Penderita Penyakit hidrosefalus, balita yang berusia 2 tahun yang bernama Rehan telah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Daerah Palu Sulawesi Tengah sekitar pukul 20:36 waktu setempat. Jumat (20/11/2020).

Rehan (2) balita yang menderita sakit Hidrosefalus sebelumnya menjadi perhatian banyak orang yang menjadi prihatin dengan keadaan yang di derita oleh adik Rehan.

Rehan berusia 2 tahun tinggal di Desa Toini kecamatan poso pesisir kabupaten poso.

Dengan latar belakang ekonomi orang tuanya yang dibilang tidak mampu harus berjuang memberikan pengobatan terbaik kepada buah hati mereka “Rehan”.

Rehan juga banyak mendapat simpati dari organisasi dan individu yang memberikan donasi bantuan biaya untuk pengobatan adik Rehan.

Penyakit yang diderita adik Rehan adalah hidrosefalus merupakan salah satu bentuk kelainan kongenital pada bayi sejak dilahirkan.

Kondisi ini ditandai dengan adanya akumulasi cairan atau serebrospinal dalam ventrikal sehingga kepala penderita akan tampak menjadi membesar.

Kondisi penyakit hidrosefalus pada bayi apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat maka dapat memicu beragam resiko seperti gangguan organ penglihatan, penurunan kecerdasan, gangguan sensorik, gangguan pada koordinasi dan keseimbangan, keterbelakang mental hingga kematian.(sebgimana dirilis dari artikel hidup sehat, 20/11/2020).

Penyebab dari penyakit hidrosefalus ini adalah tingginya jumlah cairan serebrospinal dalam bentrikal yang ada di daerah kepala. Itulah mengapa kelebihan cairan tersebut akan membuat kepala yang ukurannya akan menjadi membesar.

Walau sebenarnya cairan yang terlalu banyak jumlahnya tersebut akan menyebabkan gangguan pada otak. Sehingga gangguan tersebut antara lain yaitu cedera otak, pendarahan di otak.

Kini adik Rehan telah menghembuskan nafas terakhirnya, adik Rehan telah menemui Sang Kholik, dan tidak lagi menderita.

Semoga diberikan tempat terindah disisiNya dan buat orang tua nya si Rehan semoga diberikan kesabaran dan juga ketabahan buat keluarga Rehan.

Innalillahi Wainna Ilahiroziun, “Kita datang dari Allah dan akan kembali kepadanya”. (Ardianto/05)

Editor : A.R Tjereni