Pra Peradilan Ditolak Hakim, Tersangka AM Segera Eksekusi Penyidik Cabjari Dumoga

27

BNI.id, (Dumoga -Sulut) –
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga, Evans Sinulingga, telah memutuskan menolak Permohonan Pra Peradilan atas tersangka AM di Pengadilan Negeri Kotamobagu. Selasa (17/11/2020).

Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu telah memutuskan Permohonan Pra Peradilan atas tersangka AM, Penyedia Barang pemilik UD Wendyarsa Pratama yang diduga terlibat kasus korupsi yang merugikan negara.

Tersangka AM mengajukan Pra Peradilan pada tanggal 21 Oktober 2020. Namun semua dalil ditolak oleh hakim tunggal Pra Peradilan pada Pengadilan Negeri Kotamobagu. Dan hari ini tanggal 17 November 2020 sudah diputuskan PN Kotamobagu, Ungkap Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Kotamobagu di Dumoga,” ucap Evans Sinulingga (17/11).

Diketahui, Register Perkara Pra Peradilan Nomor 9/PID.PRA/2020/PN.KTG Tanggal 21 Oktober 2020 di Pengadilan Negeri Kotamobagu diajukan tersangka AM sebagai pemohon yang dikuasakan  pada penasehat hukum, Rosiko SH.

Namun, dengan putusan hakim PN Kotamobagu, makin memperkuat penetapan AM sebagai tersangka, bahkan penetapan AM sebagai DPO oleh penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga.

Evans menegaskan, penetapan tersangka AM oleh penyidik Cabjari Dumoga sah menurut hukum. Apalagi, tersangka AM telah 3 kali mangkir dari panggilan penyidik. Maka pada tanggal 9 November 2020, Cabjari telah menetapkan tersangka AM sebagai DPO. Dengan begitu, Penyidik bisa melakukan upaya paksa sesuai KUHAP.

“Penyidik segera tangkap tersangka AM berdasarkan penetapan DPO. Penetapan tersangka dan penyidikan oleh Cabjari Dumoga sah menurut hukum,” tandas Evans.

Sebagai informasi, penyidik pidana khusus Cabjari Dumoga, telah menetapkan AM sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018.

Pengadaan bernilai Rp 509.500.000 pada Desa Iloheluma, dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931.

Tersangka AM diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Theresia/Masye Abast/05).

Editor : A.R Tjereni