Debat Pilkada Selayar Paslon BAS Jelaskan Pelaksanaan Pengelolaan Laut Serahkan ke Daerah

9

BNI.id, (Selayar – Sulsel) — Debat perdana Pilkada Selayar 2020 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Selayar, atas kerjasama KPU Selayar dan INews TV, di Gammara Hotel Makassar, Senin, (16/11/2020) malam.

Melalui tema “Pengembangan kawasan melalui koneksivitas dan kerjasama antar daerah”.

Segmen pertama debat, moderator memberi kesempatan kepada masing – masing kontestan untuk memaparkan visi – misi, ide, konsep dan gagasannya dalam membangun Kabupaten Kepulauan Selayar dengan durasi waktu selama lima menit.

Kesempatan ini, pasangan calon nomor urut 2, Basli Ali – Saiful Arif tampil dengan pembawaanya masing-masing yang santun dan tenang, serta penguasaan materi yang sangat baik, menggunakan durasi waktu yang disediakan dengan baik dan secara bergantian memaparkan konsep dan arah pembangunan Selayar kedepan.

Pengalaman selama menjabat sebagai Bupati, Basli Ali serta pengalaman Saiful Arif sebagai Wakil Bupati menghantarkan pasangan ini terlihat lebih santai dan lebih banyak paham serta lebih mampu menginterfertasikan sejumlah program yang dibutuhkan masyarakat maupun bagi daerah Kepulauan Selayar.

Pasangan ZAS dinilai lebih banyak bernarasi dengan sejumlah teori – teori dari berbagai pendekatan dan cenderung tidak menguasai materi sesusai tema debat. terlihat cabup Zainuddin yang memonopoli kesempatan pertamanya tak sempat memaparkan visi misi, ia pun kemudian dihentikan oleh moderator karena kehabisan waktu.

Cabup Basli Ali jelaskan sejumlah konsep yang dituangkan dalam program yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Selayar tempo dulu sebagai Bandar niaga menjadi ‘Kepulauan Selayar sebagai Bandar Maritim Kawasan Timur Indonesia,,

Ditambahkan oleh Cawabup Saiful Arif bahwa Selayar tidak akan mampu membangun daerahnya sendiri, “membangun selayar membutuhkan koneksivitas dan kerjasama antar daerah lain.” tutupnya.

Segmen keenam, pasangan BAS ini, melalui Calon Wakil Bupati, Saiful Arif, berharap banyak kedepannya, bahwa kewenangan laut, disampaikan, biarkan kewenangan ada di pemerintah pusat dan Provinsi, namun pelaksanaan ada di daerah.

“Provinsi Sulsel dan Indonesia tidak lengkap tanpa ada Selayar,” tegas Saiful Arif.

Sementara pada segmen Closing Statement, Paslon nomor 2 BAS, Jika sebelumnya ada informasi menyebutkan bahwa diantara sekian lokasi pilkada yang ada di Sulawesi Selatan, pilkada Selayar disinyalir sebagai pilkada paling rawan, dan mulai sekarang kita balikkan keadaan itu, lokasi pilkada Selayar adalah lokasi pilkada paling aman. (Rizal/04).

Editor: Syam Hunter.