Langkah Penanganan Covid-19 di Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil pada Pilkada Halut 2020

33

BNI.id, (Halut – Malut) – Langkah Pencegahan dan Penanganan Covid-19 dan penyampaian visi misi di Debat Calon Bupati dan wakil Bupati Halut Pertama yang diselenggaran melalui siaran lansung Kompas TV, tepatnya Studio Kompas TV, Provinsi DKI Jakarta. Senin (09/11/2020).

Debat calon pasangan Bupati dan Wakil pada pilkada Halut tahun 2020 melalui live di kompas tv pada Minggu 08/11, diawali dengan laporan ketua KPU Halmahera Utara Muhammad Rizal, SH. Dan di lanjutkan dengan pemaparan visi dan misi kedua pasangan calon untuk Pilkada Halmahera Utara Tahun 2020.

Debat dengan Tema khusus Penanganan Covid-19 dan Penanggulangan Narkoba yang disusun oleh tim penyusun materi yaitu,
1. HERSON KERADJAAN, S.IP, M.SI
yang juga sebagai Rektor Universitas Halmahera Tobelo
2. dr. ALWIYAH ASSAGAF, ketua IDI Maluku Utara
3. Prof.Dr. HUSEN ALTING, SH.MH, Rektor Universitas Khairun Ternate
4. Prof.Dr.SAIFUL DENI, S.ag,M.Si
Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

Visi Misi No.Urut Pasangan Ir.Frans Manery – Muchlis Tapitapi yaitu ;

VISI :Terwujudnya kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara melalui pembangunan yang berkelanjutan dengan inovasi dan investasi yang berkeadilan.

Misi : (1)Melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. (2) Melanjutkan dan Mewujudkan pelaksanaan pembangunan dengan skala prioritas pada bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dasar. (3) Meningkatkan inovasi dalam bekerja untuk pelayanan yang berdaya saing, kreatif dan produktif sesuai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (4) Mendorong investasi sesuai potensi sumber daya alam daerah demi terbentuknya bidang usaha dan lapangan kerja bagi peningkatan perekonomian masyarakat guna mengurangi angka kemiskinan. (5)  Menjalin kebersamaan dalam membangun aspek kehidupan yang berkeadilan dalam pemerataan hasil pembangunan masyarakat Halmahera Utara.

Kemudian pemaparan Visi Misi no urut 2 pasangan Calon Joel B.Wogono – Said Bajak yaitu; VISI “Bergerak bersama mewujudkan Halmahera Utara maju”.

10 Poin menjadi misi utama Pasangan urut 2, namun waktu yang diberikan terbatas oleh moderator, Sehingga hanya 7 poin misi yang dapat disampaikan dan dilakukan pembagian penyampaian oleh pasangan no.urut 2 dengan 5 poin dipaparkan Joel B. Wogono dan 5 poin dipaparkan Said Bajak. Pemaparan 5 poin oleh Said Bajak (calon wakil) pada sisa waktu hanya 2 poin yang dapat disampaikan ( poin 6 dan 7).

Misi pasangan no.urut 2 yaitu, (1).Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
(2)Mewujudkan sumber daya manusia yang maju, berkwalitas, berdaya saing, berkarakter dan berbudaya.
(3)Penyediaan akses pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan berkeadilan
(4) Memperkuat ketahanan ekonomi daerah dengan menciptakan iklim perekonomian yang kondusif dengan meransang munculnya pelaku ekonomi kreatif. (5) meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan ekonomi dan layanan dasar. (6) Memastikan akses masyarakat terhadap ruang publik yang tematik dengan sarana prasarana dikomonikasikan dengan informasi publik. (7) pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan jaminan pemerataan pembangunan.

Pada sesi pertanyaan pertama moderator memberikan pertanyaan kepada masing-masing paslon tersebut dengan pertanyaan, “Apa upaya percepatan yang akan dilakukan untuk mengatasi pertambahan kasus Covid-19 di Halmahera Utara”, dengan durasi waktu 2 menit, ucap moderator.

“Hal yang akan dilakukan pertama tentang pencegahan yaitu, melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi, edukasi dan himbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kedua yaitu tentang penanggulangan dengan standar nasional dengan meningkatkan fasilitas kesehatan yang optimal,” jelas calon Bupati no urut 2.

“Upaya kami dalam pencegahan yaitu dengan melindungi kelompok rentan lensia dan anak-anak, melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan menerapkan melalui kerja sama Pemerintah dan TNI-Polri, melakukan tracking testing untuk menelusuri untuk mengidentifikasi jumlah terconfirmasi Covid-19, menyiapkan tempat karantina RS darurat Covid-19 dan bekerjasama dengan pihak swasta untuk menyiapkan alat PCR guna mempermudah identifikasi terkonfirmasi wabah Covid-19,” jelas Calon Bupati urut 1.

Calon wakil Bupati menambhakan, ” untuk pencegahan kami telah membentuk Desa tangguh dan menghadirkan Duta Covid-19 untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Pada sesi pertanyaan ke 2 mengenai Dampak Pandemi covid-19 terhdap sektor pendidikan, sehingga proses belajar mengajar harus melalui sistem dering dan luring. namun hal itu tidak berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar dikarenakan, tidak memadainya penyedian akses Internet, Ponsel, komputer,Listrik dan penyedian biaya pulsa. Selain itu pembelajaran jarak jauh membuat siswa kelelahan dan stres.

Pertanyannya, “Langkah kebijakan apa yang dilakukan untuk efektivitas proses belajar mengajar pada masa Pandemi Covid-19 ini..?

Paslon urut 1.
“Kami membagi wilayah dalam zanah merah, kuning dan hijau. Daerah zona hijau proses belajar mengajar dengan sistem secara langsung, namun proses belajar mengajar pada jamnya dikurangi, tenaga guru dijamin Kesehatannya”, ucap Frans Manery.

Muchlis selaku calon wakil Bupati urut 1 menambahkan lagi bahwa mengakui pola dating dan luring dalam proses belajar mengajar di masa Pandemi Covid19 untuk Halmahera Utara belum efektif karena akses internet di wilayah luar daerah belum terjangkau,” pungkasnya.

Sambungnya lagi, “namun Sosialisaai terhadap tenaga didik agar selalu melakukan kontrol waktu belajar kepada anak didik waktu di rumah dan kami menghimbau kepada orang tua murid untuk bisa menjadi guru dirumah. Olehnya itu kerjasama antara guru dan orang tua dalam rangka menjaga stabilitas pendidikan, itu yang penting,” jelas calon wakil bupati urut 1.

Kemudian untuk Paslon urut 2 dengan pertanyaan yang sama.
“Penting untuk melakukan inventarisasi seluruh wilayah Halut terkait dengan zona merah, orange dan hijau. Kita juga perlu mengkonsolidir pemerhati pendidikan untuk berdiskusi bersama mencari solusi terbaik dalam proses belajar mengajar di masa Pandemi, mengavaluasi sistem yang sudah berjalan untuk mengetahui tingkat efektivitas. Namun akses internet masih kurang sehingga kita harus mendorong anak didik mengikuti proses belajar mengajar secara lansung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya Joel B.Wigono, calon buapti urut 2.

Melalui debat pasangan calon Bupati dan Wakil yang diselenggaran oleh KPUD Halmahera Utara melalui live di Kompas Tv tersebut, merupakan rangkaian kegiatan proses Pilkada Halmahera Utara 2020. (Ar/05)

Editor : A.R Tjereni