Polda Metro Jaya Berhasil Mengungkap Lagi 4 kasus dengan 12 Tersangka

16

BNI.id, (Jakarta) – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap lagi 4 kasus dengan 11 tersangka, hal ini disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana AS, M.M. memimpin konferensi pers hasil pengembangan kasus begal pesepeda di wilayah DKI Jakarta. Sabtu (07/11/2020).

Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana AS, M.M. memimpin konferensi pers hasil pengembangan kasus begal pesepeda di wilayah DKI Jakarta didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K. dan Kapolres Jakarta Pusat. Kombes. Pol. Heru Novianto, S.I.K.

Polda Metro Jaya kembali membekuk 12 tersangka pelaku dalam kasus begal pesepeda yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta sejak sebulan terakhir.

Dari 12 tersangka yang dibekuk, 10 orang adalah pelaku begal dan 2 orang lainnya adalah penadah Handphone hasil rampasan pelaku yang berjumlah 71 Handphone.

Dari 12 pelaku begal pesepeda yang dibekuk ini, 3 orang terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan dengan mencoba merebut senjata petugas saat ditangkap.

“Ada 3 pelaku yang melawan karena mencoba merebut senjata petugas saat ditangkap. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Ke 3 pelaku ini akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” ucap Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (7/11/2020).

Dari 12 tersangka baru yang dibekuk ini dua orang adalah pelaku begal terhadap perwira TNI yakni Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko, yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 26 Oktober 2020 lalu.

Pelaku yang dibekuk itu adalah RHS (32) dan RY (39). dua pelaku lainnya N dan D buron dan dalam pengejaran.

Dengan dibekuknya 12 pelaku ini totalnya ada 22 pelaku yang dibekuk dalam kasus begal sepeda hasil pengungkapan 10 kasus dari 13 kasus yang dilaporkan.

“Dari 13 laporan polisi sudah terungkap 10 LP (Laporan Polisi) atau crime clearance ini sudah 77%,” ucap Kapolda Metro Jaya.

Karena perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan atau Pasal 365 KUHP ancaman hukuman penjara 7 tahun, untuk penadahnya dikenakan pasal 480 KUHP ancaman hukuman penjara 4 tahun. (Ar/05).

Editor : A.R Tjereni