Polda Metro Jaya Berhasil Ringkus 8 Tersangka Spesialis Kasus Curanmor

10

BNI.id, (Jakarta) – Polda Metro Jaya berhasil ringkus 8 Tersangka dari 4 TKP Spesialis Kasus Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kawasan Jabodetabek selama Oktober 2020. Jumat (07/11/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus memimpin Konferensi Pers Pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang berhasil meringkus delapan orang tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jabodetabek selama Oktober 2020.

Menurut kabid.Humas Polda Metro Jaya dari pengakuan mereka, sudah ratusan kendaraan motor yang pernah dicuri.

“Ada yang 100 kali lebih sudah melakukan curanmor. Maka ini memang spesialis mereka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus.

Dalam melakukan pencurian, para pelaku selain membekali diri dengan kunci letter T juga membawa senjata api rakitan dan senjata tajam. Mereka juga tak segan melukai korbannya jika melawan.

“Pelaku pencurian ini, dalam aksinya selain membekali diri dengan kunci letter T juga membawa senjata api rakitan dan tidak segan melukai korban,” kata Yunus.

Para tersangka itu antara lain berinisal MJ, A, IS, S, ZK, YH, R, dan YS. Para tersangka tersebut ditangkap di 4 lokasi yang berbeda diantaranya di daerah Tangerang Kota dan Kabupaten serta diwilayah Setia Budi Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Kabid Humas menerangkan, kedelapan tersangka berasal dari kelompok yang berbeda – beda. Mereka ada yang merupakan jaringan Lampung, Banten, hingga Sukabumi.

Walaupun berasal dari kelompok yang berbeda, beliau mengatakan cara kerja mereka mirip, yaitu dengan bergerak berkelompok dan mengincar motor yang diparkir di tempat sepi.

“Mereka berasal dari kelompok berbeda, namun cara kerja mereka mirip,” ungkapnya.

Saat ini Polda Metro Jaya masih mencari tersangka yang menjadi penadah barang curian kelompok ini.

para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Selain itu, mereka dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 dengan ancaman penjara 20 tahun. (Ar/05)

Editor : A.R Tjereni