Diduga Ada Kejangkalan Atas Pencopotan Letkol Dwison dari Jabatan Dandim

99

BNI.id, (Batang – Jateng ) – Warga dan tokoh masyarakat Kab. Batang Jawa tengah menduga ada kejanggalan atas Pencopotan terhadap Letkol.Dwison Evianto dari jabat sebagai DANDIM Batang. Jumat (06/11/2020).

Diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Ayu Intan Solekha, Komandan Kodim 0736 Batang, Letkol Inf Dwison Evianto dicopot dari jabatannya.

Kabar pencopotan sang Dandim ini kemudian membuat puluhan warga Batang yg melihat ada kejanggalan segera menggeruduk Makodim utk memberikan dukungan moril kepada Letkol Dwison pada kamis 05/11.

Mereka menganggap ada pihak tertentu yg ingin menjatuhkan Dandim dari jabatannya.

Seperti yang disampaikan oleh Bramantyo tokoh masyarakat setempat yg mengatakan kehadiran mereka adalah utk memberikan dukungan kepada Dandim Batang yg sedang difitnah dan tidak ada motif lain.

“Kita hanya setia kawan sebagai masyarakat Batang, kita hadir di Kodim murni dari hati,” kata Bramantyo.

“Secara bergelombang, Dandim melarang atau tidak kita akan terus di Kodim, sampai keadilan ditegakkan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kasdim 0736 Batang, Mayor Inf Haryono mengatakan, sangat menghargai dukungan warga ke atasannya dan Ia minta agar warga tetap tenang.

“Saya juga sayang Komandan, tapi saya juga sayang terhadap aturan.” pungkas Mayor Inf Haryono.

Letkol Inf Dwison Evianto merupakan putra daerah Batang yang telah memberikan banyak kontribusi selama menjabat. Ia dicopot dari Dandim Batang setelah dilaporkan oleh seorang wanita bernama Ayu Intan yg mengaku dianiaya oleh anggota Kodim.

Dari informasi yang diterima, kronologi bermula saat mobil CRV G 88 AY milik Ayu Intan dihentikan oleh anggota Kodim sepulang dari karaoke di Redbox karena mengemudi dlm keadaan mabuk dan menyerempet mobil dinas Dandim.

Saat diminta turun Ia menolak lalu mencaci Dandim dgn sebutan tidak pantas. “Dandim asu, Dandim celeng, tak beli kamu tak pindahkan” ungkap salah satu anggota yg tak mau disebutkan namanya.

Merasa dihina, anggota Kodim kemudian memaksa intan turun dari mobil dan menariknya ke Kodim untuk diperiksa sekaligus tes urin. Ternyata Ayu melawan dan menendang anggota Kodim hingga akhirnya membuat anggota Kodim terpaksa memegangnya dari belakang hingga terjatuh lalu mengguyurnya dengan air agar sadar.

Namun oleh Ayu hal ini dilihatnya sebagai penganiayaan sehingga melaporkannya ke Polisi Militer yang berujung pada pencopotan Dandim. (Ar/05)

Editor : A.R Tjereni