Prajurit Kodam III/Siliwangi, di Berhentikan Dengan Tidak Hormat

22

BNI.id, (Kota Cimahi – Jabar) – Mencemarkan nama baik Kodam III/Siliwangi, Pangdam III/Siliwangi
Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto telah mencopot dan memberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan Lettu (Arm) I Gusti Ngurah Supriasta Dyana. Kamis, (05/11/2020).

Nugroho merasa‎ kecewa melihat kenyataan ada seorang Prajurit Kodam III/Siliwangi yang harus mengakhiri masa dinasnya dengan cara diberhentikan dengan tidak hormat. Namun, ini harus di lakukan karena telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dengan melakukan tindak pidana asusila.

“Pelanggaran tindak pidana asusila yang di lakukan oleh seorang Prajurit Siliwangi, tidak ada kata maaf, ‘pecat’, karena termasuk 7 pelanggaran berat yang harus dijauhi oleh prajurit,” kata Nugroho usai memimpin Laporan Korps Penjatuhan hukuman PDTH di Aula Yonarmed 4/GS Cimahi pada Selasa 3 November 2020.

Menurut Nugroho pelanggaran tindak pidana asusila yang dilakukan oleh seorang prajurit harus dijauhi. Apalagi seperti diketahui karena termasuk 7 pelanggaran berat konsekuensinya dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan.

“Ini dilakukan untuk menerapkan efek jera bagi prajurit lainnya agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan bukan saja diri sendiri, tetapi juga keluarga, satuan dan TNI AD secara keseluruhan,” jelasnya.

Nugroho pun berjanji akan‎ memberikan atensi secara khusus kepada para kabalakdam dan komandan satuan jajaran Kodam III/Siliwangi agar memberikan perhatian yang penuh terhadap anggotanya.

“Segera tegur jika ada yang mulai mengarah kepada terjadinya tindak pidana pelanggaran sekecil apapun,” ucapnya.

Meski demikian Nugroho pun berterima kasih kepada Lettu (Arm) I Gusti Ngurah Supriasta atas pengabdiannya selama menjadi prajurit dan berdinas di Yonarmed 4/105 GS.

“Segera kembali ke masyarakat dan semoga bisa memperbaiki segala kesalahan yang pernah dilakukan baik di sengaja maupun tidak di sengaja selama menjadi prajurit,” tutupnya. (Ar/05)

Editor : A.R Tjereni