Diskusi FGD, Fokus Kembangkan Website Desa Wisata Kawasan Danau Toba

29

BNI.id, (Kab.Toba – Sumut) – Forum Group Diskusi (FGD) mengembangankan Website Desa Wisata Kawasan danau Toba. Kegiatan dipusatkan di Aula Kampus Institut Teknologi Del Laguboti Kab.Toba. Kamis (05/11/2020).

FGD dalam mengembangkan Website Desa Wisata Danau Toba, difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata, dan Dinas Pariwisata. Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Tujuan dari diskusi tersebut untuk mengembangkan website 19 desa wisata di kawasan Danau Toba, memberikan pelatihan Pokdarwis dan aparat desa dalam pengelolaan website desa wisata di kawasan danau toba serta lakukan pendampingan terhadap pengelolaan website desa wisata dan juga masyarakat lokal untuk meningkatkan kesiapan pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan website tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Institut Teknologi DEL Togar Simatupang, Kadis Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Pieter Silalahi, Kabid Direktur Destinasi Regional 1 Sumut – Aceh Bapak Wijanarko SH, Kepala BPODT Arie Prasetyo, Moderator FGD sekaligus Sub koordinator Destinasi Area 1A Aceh – Sumut Andhy Marpaung, Narasumber dari pakar IT Institut Teknologi DEL Dr.Amaldo Sinaga M.InfoTech, Riyanthi Anggrainy Sianturi M.Ds, Yohanssen Pratama MT, Verawaty Situmorang M.T.I dan juga para pengelola desa maupun kampung wisata di Kabupaten Toba dan Simalungun serta dari Dinas Pariwisata Humbang Hasudutan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Pieter Silalahi menghadiri Forum Diskusi Pengembangan Website Desa Wisata Danau Toba melalui bumdes Bersama di sektor Pariwisata serta digitalisasi Bumdes.

Dalam diskusi tersebut Jhon Pieter Silalahi mengatakan, Pariwisata sekarang ini dapat menjadi sektor unggulan untuk menggali potensi dan pendapatan daerah terutama desa, strategi pemberdayaan masyarakat melalui Bumdes akan mendorong pertumbuhan ekonomi ditingkat desa ujar Jhon Pieter Silalahi selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba.

“Pengembangan Bumdes harus didorong dengan menggunakan pendekatan ekonomi kreatif yang akan menciptakan nilai tambah secara ekonomi, sosial dan budaya,” ucapnya.

John juga mengatakan, dengan adanya forum diskusi lintas sektoral dan derah ini diharapkan mampu lebih memaksimalkan potensi yang ada di desa terutama sektor pariwisata.

“Acara seperti ini tentu saja mendapat sambutan yang sangat baik dari Dinas pariwisata Kabupaten Toba. Dalam Program Dinas Pariwisata ada yang namanya Desa Wisata dan ada juga Daya Tarik Wisata, sehingga sudah tentu wisatawan tidak hanya sebatas menginap dan bermalam saja. Melainkan juga berinteraksi dan belajar tentang kearifan lokal maupun kebudayaan desa langsung dari tuan rumah,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk memberi nilai tambah dari potensi wisata yang sudah ada, kita kolaborasi dengan meningkatkan industri cendera mata yang kuat untuk pariwisata. Karena cendera mata bagi wisatawan adalah suatu kenangan yang menandakan mereka pernah berkunjung ke suatu daerah wisata.

Sambungnya lagi, ditengah Pandemi Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, maka kreativitas dan inovasi dari desa sangat diperlukan. Pemerintah dalam hal ini juga mendorong serta memberikan suport agar masyarakat di desa sehingga mau berinovasi dalam berusaha dan memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki di masing-masing desa.

Di waktu yang sama, narasumber Pakar IT DEL Dr.Amaldo Sinaga M.InfoTech menjelaskan bahwa kawasan danau toba termasuk ke dalam salah satu dari 10 lokasi destinasi pariwisata prioritas dan tantangan perubahan trend pariwisata dunia yang memanfaatkan teknologi digital.

Dr. Amaldo juga mengatakan, strategi harus di lakukan untuk menangkap peluang tersebut digitalisasi dan pengembangan website desa wisata di kawasan danau toba perlu di laksanakan untuk dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi.

Melihat beberapa permasalahan di atas, para akademisi pun menyatakan kesanggupannya dalam membantu pengelolaan desa wisata melalui kegiatan pengembangan website Desa Wisata Danau Toba. Namun dalam beberapa hal, pihak kampus masih kesulitan dalam memetakan permasalahan di desa wisata sehingga perlu adanya kerja sama antara pihak Institut Teknologi DEL dan Dinas Pariwisata daerah serta para pengelola desa maupun kampung wisata di Kabupaten Toba

Dr.Amaldo Sinaga mengungkapkan, kreativitas dan inovasi dalam hal ini sangat penting dalam menggairahkan serta menggenjot ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Menurutnya, spot-spot desa yang memiliki daya dukung wisata harus digerakkan sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Dr. Amaldo juga berharap, semoga dengan diadakan kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) mengenai Pengembangan Website Desa Wisata Danau Toba ini dapat memajukan kawasan setiap desa dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selama kegiatan ini berlangsung para pengelola desa maupun kampung wisata diajak membuat satu narasi tentang wisata di tempat mereka dan dapat menampilkan wisata yang dapat terkesan oleh wisatawan. (Dison.t/05)

Editor : A.R Tjereni