Masalah Tapal Batas Hutan Adat, Warga di Dua Desa Bersitegang

1357

BNI.id, (Kerinci – Jambi) – Warga di dua Desa yaitu Desa Sungai Deras dan Desa Sungai Tutung kecamatan.Air Hangat Timur Kab.Kerinci Jambi bersitegang persoalan tapal batas hutan adat. Minggu (01/11/2020).

Menurut Kades Sungai Deras Kirman, kepada awak media BNI.id saat di wawancara mengatakan, Persoalan tapal batas hutan adat menjadi pemicu utama ketegangan yang terjadi malam ini, Minggu 01/11 sekitar pukul 22:00 Wib.

“Ketegangan terjadi malam ini secara spontanitas karena ada warga saya yang menyampaikan informasi kepada warga lain bahwa ada warga desa Sungai Tutung melakukan penebangan di hutan adat,” jelasnya kades.

Perlu diketahui, persoalan tapal batas hutan adat, menurut Kades 2 desa tersebut sudah sepakat untuk sementara waktu warga tidak di izinkan melakukan aktivitas di lokasi hutan adat. Kesepakatan tersebut dibuat melalui pemerintah kecamatan beberapa waktu lalu.

Menurut Kades Sungai Tutung saat di wawancara awak media BNI.id melalui via telepon Seluler mengatakan, persoalan yang memicu kemarahan warganya Desa Sungai Tutung yaitu disebabkan oleh pembakaran rumah ladang oleh oknum.

Warga Desa Sungai Tutung, menganggap oknum yang membakar rumah ladang tersebut adalah oknum warga desa Sungai Deras, sehingga membuat marah warga Sungai Tutung.

Kades dan warga Sungai Tutung meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap oknum yang telah membakar rumah ladang tersebut.

“Kami sudah meminta kepada pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembakaran rumah ladang tersebut, agar tidak menjadi bomerang dan pemicu persoalan ini,” ucap Safrinal Kades Sungai Tutung.

Safrinal juga membantah bahwa persoalan ketegangan warganya malam ini disebabkan oleh masalah tapal batas hutan adat dan warganya Sungai Tutung tidak melakukan penebangan ataupun penggarapan lahan di lokasi hutan adat, seperti yang disampaikan oleh kades Sungai Deras.

“Bukan seperti itu persoalannya malam ini, tapi masalahnya adalah warga saya tidak menerima rumah ladang di bakar oleh oknum warga sungai deras”, jelasnya.

Sambungnya lagi, “Masalah tapal batas hutan adat sudah ada kesepakatan pada beberapa waktu lalu melalui Pemerintah Kecamatan dan kesepakatan tersebut memiliki dokumen, jadinya untuk saat ini warga saya juga tidak berani melanggar kesepakatan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Air Hangat Timur Iptu Masdan, yang turun lansung melakukan mediasi di Desa Sungai Deras bersama anggotanya dan Babinsa, saat di wawancara awak media BNI.id mengatakan bahwa persoalan bersitegangnya warga 2 desa malam ini di akibatkan oleh informasi yang tidak benar (Hoax).

“Setelah mendengar keterangan dari ke dua kades, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, ternyata informasi yang di dengar oleh warga tidak benar mengenai penebangan di lokasi hutan adat,” pungkasnya Kapolsek.

Kapolsek juga menyampaikan masalah tapal batas hutan adat akan dilakukan mediasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten beberapa hari Kedepan dan persoalan pembakaran rumah ladang pihak kepolisian akan melakukan investigasi untuk mencari siapa oknum yang melakukan hal tersebut. (Robi.H/05)

Editor : A.R Tjereni