Gas LPJ 3kg di Kec. Sekicau Meroket, Ulah Agen “Nakal”

  • Bagikan

BNI.id, (Lampung Barat – Lampung) – Supriyanto Agen pedagang gas Elpiji 3 kg di jual dengan harga yang sangat meroket senilai Rp 23.000, membuat warga kec. Sekicau resah karena tidak sesuai dari harga yang ditetapkan pemerintah. (sabtu 17/10/2020)

Di tengah wabah Covid-19, masih ada pengusaha yang mengejar keuntungan yang berlipat. Di Lampung Barat kec. Sekicau, harga tabung gas Elpiji ukuran 3 Kg, mengalami kenaikan, dari harga Rp18.000 naik menjadi Rp.23.000 per tabung.

Kenaikan harga tabung gas melon tersebut, disebabkan adanya indikasi permainan yang dilakukan oleh pihak pangkalan untuk meraup keuntungan lebih.

Saat awak media melakukan sidak di beberapa toko yang menjual gas melon tersebut salah satu pedagang yang berinisial (M) mengatakan bahwa, pembelian dari agen atau pangkalan yang bernama Supriyanto di jalan lintas pasar lama giham suka maju kecamatan sekincau.

“kami beli dari agen Supriyanto dengan harga Rp.23.000 untuk elpiji 3kg”, ungkapnya.

Setelah melakukan pengecekan harga dari pedagang toko tersebut, awak media melanjutkan untuk menggali informasi lebih dalam lagi sehingga awak media melakukan wawancara dengan beberapa orang warga yang tergolong rakyat miskin.

Menurut keterangan beberapa warga tersebut, mengaku mendapatkan harga subsidi itu bukan dari daerah kec.Sekicau akan tetapi dari daerah luar Sekicau.

“Kami masyarakat lemah sangat keberatan atas hal ini kerna nilai itu sangat besar, kami membelinya dari warung atau toko dengan harga Rp. 25.000 sampai Rp. 27.000,” keluhnya.

Sambungnya lagi, “kata mereka pihak toko dan warung itu menjual dengan harga tinggi karena mereka beli dari agen atau pangkalan Supriyanto seharga Rp.23.000 dan ini sangat memberat kan kami,” ucapnya.

Setelah mendapatkan informasi dari pedagang toko dan warga tersebut, awak media BNI.id melakukan konfirmasi kepemilik pangkalan/agen Supriyanto.

Dalam keterangan Supriyanto mengaku bahwa harga gas melon yang di jual sebesar Rp.23.000.

“Iya kami menjualnya dengan harga Rp.23.000 untuk gas LPG 3kg itu,” terangnya.

Kepada Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait serta kepada pihak Pertamina untuk segera mencabut hak izin agen tersebut kerna terlalu besar penjualannya. (Rahmad.H/05)

Editor : A.R Tjereni

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara