Pemkab Halut Gelar Konfrensi Pers klarifikasi Pernyataan Bupati

17

BNI.id, (Halut-Malut) – Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Halmahera Utara mengklarifikasi pemberitaan yang sedang viral belakangan ini di media Sosial (Facebook) terkait dengan pernyataan Bupati Halut 16/09. Kamis 17/09/2020.

Pemda Halmahera Utara mengklarifikasi pemberitaan yang sedang viral belakangan ini di media Sosial (Facebook) terkait dengan pernyataan Bupati Halut.pada kegiatan penyerahan Bansos Aspiratif anggota DPR RI alien Mus kepada kelompok tani di kecamatan Kao Barat desa Makarti, 7 September 2020 lalu.

Klarifikasi ini dilakukan dalam jumpa pers di ruang meeting Fredy Tjandua ,Kantor Bupati Halut , Rabu (16/9/2020), melalui Penjabat Sekretaris Daerah Yudihart Noya didampingi Kadis Kominfo dan persandian Deky Tawaris yang juga sebagai Juru Bicara Pemda Halut serta Kabag Hukum Pemda Halut Hairudin Dodo.

Menurut Juru Bicara Pemda Halut Deky Tawaris, yang terjadi pada acara penyerahan Bansos Aspiratif tersebut ada beberapa point yang di sampaikan Bupati Halut dalam arahannya didepan Camat , Kepala desa , serta kelompok Tani dan masyarakat yang hadir pada saat itu . Yang pertama terkait penyaluran Bansos aspirasi dari anggota DPRI Ibu Alien Mus, karena yang bersangkutan adalah anggota DPR RI maka ini menjadi sebuah tanggung jawab dari Pemda Halut terkait dengan wilayah dimana mereka bina .

Sementara point’ kedua yang di sampaikan Bupati Halut Ir.Frans Manery terkait progres program yang telah dia lakukan berkenan dengan dua momen yang sangat penting, yang pertama dalam hubungan dengan dirinya sebagai kontestan pilkada 2020 maka selaku pemimpin daerah dia sempat menyampaikan tentang progres kerja pemerintah daerah lebih khusus terkait pembangunan akses jalan yang ada di kecamatan Kao barat , dan terkait dengan itu dia juga sedikit menyinggung tentang pembangunan akses jalan di daerah kecamatan Loloda Utara .

“Yang di maksud disini adalah Loloda utara yang menjadi objek dari pada pembangunan jalan .selaku pimpinan daerah tentu ada apresiasi positif kepada masyarakat dalam dukungan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan pemerintahan “, kata Deky.

Deky juga menambahkan, selaku pemimpin daerah dan juga selaku anak negeri ini ,tentunya bupati merasa gembira dengan karya-karya yang telah dibuat menjelang dirinya menjalani masa cuti pilkada sehingga dimomen penyerahan Bansos tersebut dirinya sedikit mengekspresikan tentang substansi dari pembangunan akses jalan ke Kao barat dan ke Loloda Utara . Secara khusus untuk pembangunan ke Loloda Utara akses jalan ini substansi nya adalah substansi kemanusiaan.

“Bupati Frans menggambarkan kalau dulu masyarakat Loloda Utara dengan berjam-jam menempuh jarak sampai ke tobelo, sekarang dengan dibangunnya akses jalan maka sekarang sudah menempuh waktu 2-3 jam sudah bisa sampai ke tobelo . Tentunya aksesibilitas ini berfungsi untuk kepentingan pelayanan seperti kesehatan,pendidikan dan lainnya”,ungkap Deky.

Sementara terkait pernyataan yang sempat viral dalam video yang tersebar di media sosial (Facebook) yang di ucapkan Bupati Frans pada acara penyerahan Bansos tersebut , Deky menjelaskan bahwa kalimat ( Saya Bukan Bodoh Sama deng dorang ), kalimat ini sebetulnya penggalan kata dalam satu deretan arahan Bupati pada acara tersebut dan hanya sebuah penggalan kata yang sebenarnya jika kalimat ini berdiri sendiri akan memunculkan multitafsir yang luar biasa di kalangan masyarakat .

“Kata (Dorang ) ini perlu di garis bawahi tidak menunjuk kepada masyarakat kita yang ada di Loloda utara maupun daerah Loloda yang lain. tetapi kemudian kalau dipahami lebih dalam kata (dorang) ini sebetulnya dalam ungkapan pak bupati tertunjuk Kepada konteks-konteks bahwa semenjak pembangunan jalan ini mulai dibangun sampai dengan saat ini seakan ada pengakuan dari orang/kelompok tertentu yang seakan-akan tidak mengakui pembangunan ini sebagai karya pemerintah daerah saat ini”, jelasnya .

Deky juga mengatakan bahwa dipastikan kata/kalimat ini di tujukan kepada kelompok-kelompok orang yang senantiasa tidak mengakui kerja pemerintah daerah saat ini dalam program pembangunan akses jalan ke galela-loloda .

“Sekali lagi Kami menggaris bawahi kata dan kalimat yang di sampaikan Bupati tidak diperuntukan kepada masyarakat Loloda Utara , tetapi dalam benak hati pak bupati mengandung sebuah makna bahwa dirinya sedikit resah karena masih ada perorangan dan kelompok yang tidak mengakui karya yang didalamnya berlandaskan asas kemanusiaan”, kata Deky.

Dirinya mengaku sampai dengan saat ini Pemda Halut belum meneliti secara jelas siapa yang melakukan editing terhadap video tersebut sehingga menjadi terpenggal-penggal dari video keseluruhannya , tentunya kami selaku pemerintah daerah mempertanyakan dari mana yang bersangkutan mendapatkan legitimasi mengeluarkan dokumen elektronik kepada publik , kemudian apa tujuan yang bersangkutan untuk mengeluarkan kalimat itu dalam konteks publish ke medsos sehingga memprovokasi masyarakat kita .

“Karena itu kami selaku pemerintah daerah hari ini ingin mengklarifikasi bahwa tidak pernah ada pemerintah daerah maupun jajaran Pemda dalam menjalankan program-program kegiatan kemudian melakukan pengelompokan sejenis indkasi yang berlanjut pada fitnah “, jelas Deky.

Sementara Kabag Hukum Setda Pemkab Halut Hairudin Dodo,SH , menjelaskan kalau memang hal ini patut untuk diajukan kedalam proses selanjutnya terhadap pengedit ,penyebar maupun dengan orang yang turut memfasilitasi untuk menyampaikan dan menyebarkan video ini sementara kami sedang melajukan kajian- kajiannya .

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Halut agar tidak terprovokasi dengan penggalan- penggalan kalimat pada video yang tersebar di media sosial selain itu juga kami berharap agar kita semua menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka menyongsong Pilkada yang sudah dekat “, Harapnya. (Hms/05)

Editor : A.R Tjereni