Pekerja Asing Disanjung, Pekerja Lokal di “Buang”

109

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara), – Ditengah isu dunia, Indonesia ditolak lebih dari 10 negara, sebagai wujud ikhtiar akan bahaya peredaran covid. Namun berbeda dengan perlakukan Indonesia terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang terus membanjiri Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kamis (17/09/2020).

Sebelumnya di Halmahera Selatan telah masuk TKA sebanyak 150 orang, ke PT. HPL (Halmahera Minelar Lichen) di Kawasaki Obi, dari target 350 TKA yang akang didatangkan ke Obi Kabupaten Halmahera Selatan.

Siang tadi, kembali di hebohkan dengan kehadiran 142 TKA asal China. Para TKA tersebut akang dipekerjaan di PT. Wana Tiara Persada (WTP). Kedatangan 142 TKA cukup mengagetkan para pegawai Nakartrans Kabupaten Halmahera Selatan.

Musa Abubakar, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans kabupaten Halmahera Selatan saat ditemui awak media menguraikan bahwa kehadiran TKA tersebut sama sekali tidak diketahui oleh pihak Disnaker, kami diserang oleh para wartawan dan masyarakat sementara data para pekerja tidak di kirim ke kami,” ucapnya dengan nada kesal.

Harmain Rusli, aktivis IMM kabupaten Halmahera Selatan menyesalkan sikap Negara terutama pemda Halsel, Kehadiran 142 TKA asal China di jamu istimewa, di kawal oleh polisi dan tentara. Sementara pekerja lokal Halsel dan Maluku Utara diputuskontrak secara perlahan-lahan. Negara tidak adil terhadap warganya sendiri,” pungkasnya. (Isto/03)

Editor : Onetria