Dua Kreditur Mariani Akhirnya Cabut Gugatan di Polda Jatim

17

BNI.Id, (Surabaya – Jatim) -Mohammad Idris,S.Sos.SH.MH selaku Kurator Mariani Tanubrata setelah beberapa waktu lalu mengadukan dua kreditur ke Polda Jatim, Tak lama kemudian dua kreditur mariani pun, yakni Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan telah mencabut perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) nomor 756/Pdt.G/2020/PN Sby, Di Pengadilan Negeri Surabaya Selasa, (15/09/2020).

Perkara dengan nomor 756/Pdt.G/2020/PN Sby tertanggal 13 Agustus 2020 akhirnya dicabut, Diketahui berkaitan dengan perkara pailit nomor 46/Pdt.Sus PKPU/2019/PN.Niaga Surabaya, antara pihak Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan selaku penggugat, terhadap pihak tergugat masing masing Constaristo dan M.Idris serta KPKNL.

Gugatannya dicabut koq memberikan surat kuasa, “Ujar Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik pada Ni Wayan Vira selaku kuasa hukum tergugat 1 pada persidangan di ruang sari 1.

Dimana, Atas gugatan perdata nomor
756/Pdt.G/2020/PN Sby yang bertanggal 13 Agustus 2020 itu dicabut, Kendati tanpa dihadiri pihak penggugat maupun kuasa hukumnya.

Jadi gugatan ini dicabut berdasarkan surat yang dikirim ke majelis hakim, “Jelas Erintuah yang juga Mantan hakim Pengadilan Negeri Medan.

Untuk diketahui terpisah, Evy Susanti Sukarno,SH selaku kuasa hukum penggugat saat dikonfirmasi membantah jika pencabutan gugatannya itu karena adanya pengaduan di Polda Jatim.

Bukan karena itu, Gugatan dicabut jauh sebelum ada rapat kreditur dan pengaduan ke Polda.Gugatan dicabut pada tgl 18 Agustus 2020, diterima di Bagian Umum PN Surabaya pada tanggal : 24 Agustus 2020 (Dikarenakan PN sedang Lockdown), Gugatan di cabut dengan pertimbangan, perkara ini adalah hal kekhususan (perkara PKPU/Pailit) sehingga yg mempunyai kewenangan (Kompetensi Absolut) untuk memeriksa perkara ini adalah Pengadilan Niaga,” tandasnya.

Diketahui, Sebelumnya pada hari Jum’at tanggal : 12/09/2020 lalu, Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan diadukan ke Polda Jatim oleh Muhammad Idris akibat merasa nama baiknya tercemar lantaran dianggap tidak melaksanakan tugasnya dan mengabaikan hak-hak kreditor.

Pengaduan polisi tersebut bermula ketika Muhammad Idris mendampingi mereka dalam perkara pailit Mariani Tanubrata dengan nomor perkara 46/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Sby. Para kreditor itu beranggapan mempunyai tagihan Rp 5,890 miliar dan 1,215 miliar. Padahal faktanya mereka ini sudah menerima pembayaran tersebut.

Untuk diketahui, Pada perkara gugatan PMH oleh dua kreditur yakni Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan menggugat Constaristo, dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surabaya, serta Kurator Muhammad Idris.(Rudy Situmorang/01).

Editor:Hunter