Forkopimda Kab.Toba, Rakor dan Evaluasi Tim Satgas Covid-19

24

BNI.id, (Toba-sumut) – Rapat Kordinasi (Rakor) dan Evaluasi satgas penanganan covid-19 kabupaten Toba pada 11/09 di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Toba. Sabtu 12/09/2020.

Dalam acara tersebut dipimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Toba Drs. Audy Murphy Sitorus, Kompol J. Panjaitan S.H M.H, Ketua DPRD Kabupaten Toba Effendi Napitupulu yang diikuti oleh Wakil ketua DRPD Kabupaten Toba, Kasdim 0210 TU Ojak Simarmata, Waka Polres Toba Kompol J. Panjaitan S.H M.H, Asisten I Harapan Napitupulu, Asisten III Parulian Siregar, Kepala BPBD Kabupaten Toba Dr. Pontas Batubara, Kadis Pariwisata Jhon Piter Silalahi, Kadis Perinkop Tua Pangaribuan, Kadis Kominfo Lalo Simanjuntak, Sekertaris Dinas Kesehatan Siti Nuraya Sirait, Kadis KesbangPol Jhon Maurit Siagian, Kepala Bidang Dinas Perhubungan O. Samosir dan Kabag Humas Robinson Siagian

Sekretaris daerah (sekda) kab.Toba Audy Murphy Sitorus dalam pertemuan tersebut menyampaikan, penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan cepat dan tepat karena dampak yang ditimbulkannya sangat besar.

“Dampak covid-19 pada kehidupan mengacu pada sosial ekonomi apabila tidak ditangani dengan baik dan seluruh Stakeholder agar melakukan langkah-langkah secara baik juga”, ucapnya.

Rapakor Forkopimda ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Inspres no.6 tahun 2020, yang mana disampaikan dalam Rakor melalui Virtual pada 09/09/2020 lalu, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Kasatgas Covid-19 yang di sampaikan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota diminta untuk menyusun dan menetapkan peraturan yang didalamnya memuat ketentuan diantaranya kewajiban mematuhi protokol kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat dan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

“Instruksi Presiden (Inpres) No 6 Tahun 2020 yang memberikan sangsi terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan dan inilah yang akan kita bahas dalam Rakor kali ini”. jelasnya Audy Murphy Sekda kab. Toba.

Lanjut Sekda, “Perlu kita lakukan sosialisasi di masyarakat dan di tempat-tempat kuliner, tempat keramaian dan di harapkan pihak pihak terkait melakukan patroli agar orang-orang di masyarakat yang berkumpul bisa mengerti dan bisa saling menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakapolres Toba, Kompol J. Panjaitan S.H M.H menambahkan jumlah Personel dan kekuatan masing-masing instansi yang tergabung dalam satgas agar di data dengan baik, serta tenaga kesehatan yang ada agar dapat dimaksimalkan.

Wakapolres menbahkan lagi, “Pemerintah Kabupaten Toba dapat melakukan langkah-langkah yang mengarah ke penyebaran virus corona (covid-19) di kabupaten Toba Seperti memberikan himbauan ke pelosok-pelosok Desa supaya masyarakat yang ada di peloksok juga bisa saling menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan dan tidak melakukan, kerumunan, kumpul-kumpul dalam jumlah yang banyak.

Dalam kesempatan yang sama, Kompol.Janner Panjaitan menyatakan, “Pada hasil peninjauan yang telah dilakukan menunjukan Kabupaten Toba masih zona rendah atau kondusif tapi walau bagaimanapun juga kita tetap sama-sama menjaga agar Kabupaten Toba tetap kondusif”, ucapnya.

Kesimpulan dari Rapat Kerja Forkopimda tersebut berupa Sosialisasi akan dilakukan sampai tanggal 20 September 2020. Lalu, Satpol PP melakukan penetapan sangsi yang akan di berikan kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran sesuai “peraturan Bupati Toba nomor 43 tahun 2020” dan Penindakan akan dilakukan mulai Senin 21 September 2020. (Dison.t/05).

Editor : A.R Tjereni