Kades Sisara Hiligamo, Pertanyakan Reklamasi Di Perbatasan Wilayah

145

BNI.id, (Gunungsitoli – Nias) – kepala Desa Sisara hiligamo mempertanyakan reklamasi pantai di perbatasan wilayah. Kamis (10/09/2020).

Dalam penimbunan pinggir laut perbatasan wilayah Desa wajib di pertanyakan ,sebut Kepala Desa Sisara Hiligamo Aluizaro Telaumbanua di kantornya sewaktu ditemui Awak Media pada Kamis 10/9 kemarin.

Aluizaro kades sisara Hiligamo yang baru, kepada awak media mengatakan reklmasi yang dilakukan pada masa jabatan kades lama ini, membuat nelayan terganggu karena disitu tempat untuk sandaran perahu.

“Masalah berawal Sebelum Saya menjabat kepala Desa, pinggir pantai ditimbun “MZ” warga Desa Olora dan “NZ” Warga Desa Hilihao, membangun Rumah di pinggir Pantai tempat tambatan perahu masyarakat Desa sisara hiligamo dan masyarkat Desa Bawodeselo yang mengakibatkan terganggu Aktivitas Masyarakat Nelayan yang merupakan tempat khusus perahu tradisional.

Tambahnnya lagi “Saya bisa menjelaskan berdasarkan Surat Kepala Desa Sisarahili Gamo Sebelumnya (24/03/2018) ditunjukkan kepada Walikota Gunungsitoli cq, Kepala Dinas Satuan Pamong Praja Kota Gunungsitoli yang di iringin Surat Kapala Desa Bawadesolo (18/03/2018) yang di tunjukkan kepada Walikota untuk mohon pentunjuk tentang surat keberatan masyarakat nelayan Bawadesolo.

Aluzaro Berharap Kepada Pemeritah Kota Gunungsitoli agar Masalah ini Dapat diselesaikan Supaya tidak menjadi Pertikaian Ditengah – tengah masyarakat, karena dinilai bertentangan degan UU RI No 27 tahun 2012.tuturnya.

Salah Seorang Warga yg tdk mau disebut indentitasnya juga mengatakan kepada awak media, oknum warga desa olora sebut saja “Mz” dan warga desa hilihao “Nz” yang terlibat dalam penimbunan bibir pantai itu sudah tidak berada di desa.

“MZ dan NZ Sudah Pergi” kami juga tdk bisa menjelaskan tentang hal ini lebih baik di tanya kepada Mereka yang terlibat dalam masalah ini”. katanya,dengan nada kesal. (Fatiwanolo Harefa)

Editor : A.R Tjereni