Aksi Solidaritas Masyarakat Terkait Penindasan Oknum Pejabat

117

BNI.id, (Kota Subulussalam -Aceh ) – Gerakan aksi Masyarakat kota Subulussalam mengatas namakan Solidaritas masyarakat kota Subulussalam yang di ketuai oleh Ringan Berutu. Rabu 09/09/2020.

Terkait dengan dugaan penindasan terhadap salah seorang masyarakat di kecamatan Rundeng, kelompok masyarakat yang menamakan solidaritas masyarakat bulussalam melakukan aksi solidaritas.

Ringan Berutu menegas kan pada penyampaian orasinya, Kita boleh berbangga karena sudah banyak penduduk luar daerah sekarang untuk berhijrah ke kota subulussalam itu tidak lain tidak bukan karena keamanan dan kenyamanan di daerah kita selalu terjaga”. ucapnya.

“Namun beberapa tahun terakhir ini banyak isu yang kurang baik terhadap kehidupan bersosial di tanah Sada kata ini ,kami juga menyoroti dan nengutuk atas tindakan yang di lakukan seorak oknum pejabat kota Subulussalam terhadap seseorang masyarakat lemah”,

“Dimana beredarnya sebuah cuplikan Vidio berdurasi 38 detik tersebut berisi permintaan maaf di hadapan seorang pejabat yang korbannya belum tentu bersalah menurut hukum ,namun pihak nya sangat menyanyang kan kejadian yang telah menimpa seorang anggota keluarga mereka , dan kejadian sudah jelas melukai hati kami sebagai penduduk lokal pungkas Ringan Berutu kepada media”. tuturnya.

Sobirin HT barat salah satu peserta aksi juga menyampaikan, “dimana aksi tersebut tidak lain tidak bukan atas rasa terpanggilnya mereka untuk membela nasib seorang warga yang harus meminta maaf di depan seorang pejabat daerah secara langsung dan di rekam dengan Vidio dan viralkan melalui unggahan media sosial gara gara membalas komentar disebuah media sosial dengan kalimat “gumbungi” yang artinya bodohnya itu.

Sobirin juga berharap dengan aksi ini kedepannya agar setiap masyarakat untuk berhati – hati menggunakan media sosial dan juga kami harap kepada oknum pejabat tersebut untuk dapat menyikapi secara tenang dan lebih berlapang dada untuk mengayomi masyarakat nya sendiri tutup Sobirin kepada media.(Rambe/05)

Editor : A.R Tjereni