Warga Resah, Oknum Kades Diduga Pungut Pajak Perkebunan

156

BNI.id, (Oku Selatan – Sumsel) – Sejumlah warga menyesalkan perlakuan oknum kepala desa diduga kuat memungut biaya pajak perkebunan kesetiap warga yang berkebun dengan tarif yang berpariasi.didesa Ujang mas Kecamatan Sungai Are.Senin, (7/9/2020).

Dari perlakuan kades ketua RT  Sudirgo membenarkan adanya pungutan pajak dari kades Ujan Mas,”beber nya.

“Setiap warga yang berkebun di hutan kawasan wajib bayar pajak Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah ) per bidang kalau ada warga yang berkebun dua bidang jadi Rp 300.000”, ucapnya.

“Pemungutan pajak di daerah kawasan tersebut baru tahun ini dilakukan sejak kepala desa baru dengan kebijakan baru.

“Saya selaku RT, sangat menyesalkan perbuatan kades, sekiranya dengan cara itu dipertimbangkan karena para petani pasti terbebani oleh pajak tersebut,” harapnya.

Sudirgo menambahkan lagi, yang disetor kepada saya sudah banyak, rata-rata warga Desa Sebaja karena wilayahnya masuk ke Desa Ujan Mas”. jelas Sudirgo.

Lanjut Sudirgo, untuk yang berkebun di kawasan nanti harus memiliki surat agar tidak ribut untuk pembuatan surat keterangan kepemilikan kebun di daerah kawasan tersebut dikenakan dana sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Saat kami konfirmasi kepada warga Desa Sebaja yang perkebunan mereka masuk wilayah Desa Ujan Mas Kecamatan Sungai Are.

“Sebagai warga, saya merasa sangat keberatan dengan adanya pungutan pajak yang diwajibkan bayar Rp 150.000,- per bidang apa lagi di masa pandemi covid-19 seperti ini. Seharusnya dan layak kami yang menerima bantuan dari pemerintah bukan dibebani dengan pajak kebun,” ujar Ranit.

Hal senada di paparkan Ketua FPII OKU Selatan Fahrul rozi menyayangkan Oknum Kades yang diduga melakukan pungutan pajak perkebunan kepada warga dan mengharapkan kepada pihak terkait agar segera mengusut tuntas kasus ini.

“Selaku ketua FPII Oku Selatan meminta agar pihak terkait mengusut tuntas dugaan pungli ini sehingga warga yang berkebun di kawasan tidak terbebani oleh pajak desa.” harapnya.

Kami mencoba koordinasi melalui WhatsApp (wa) ke Camat Sungai Are, sebagai wilayah kerjanya. Namun, tidak ada respon dan tanggapan, Kami juga belum bisa berkoordinasi dengan Kepala Desa Ujan Mas hingga berita ini diterbitkan.(Tim/05)

Editor : A.R Tjereni