LSM-JCW, Polisikan Akun Facebook “Aini Nuriska FiRis Cyank”

117

BN.id, (Sampang Madura – Jatim) – Akun Facebook “Aini Nuriska FiRis Cyank” dilaporkan ke polisi oleh LSM-JCW, atas dugaan pencemaran nama baik. 07/09/2020.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW) Kab. Sampang, melaporkan akun facebook (FB) atas nama Aini Nuriska FiRis Cyank karena dianggap tulisan yang di unggah akun tersebut sebagai pencemaran nama baik.

Pelaporan ini berawal dari akun facebook ‘Aini Nuriska FiRis Cyank’ yang mengunggah di akun pribadinya dengan perkataan “Mon BOPO (Kepala Desa) Kamoning lakar soghe” bik reng orengah,  tak toman ngakan pessenah rakyat, bennian kelebun se tuah tabuk je marajeh kenyang so pesse haram.

Artinya, Kalau BOPO (Kepala Desa Sekarang)  memang pantas sama orangnya, tidak pernah makan uang rakyat, beda dengan Kepala Desa yang tua (sebelumnya), perut besar dan kenyang dengan uang haram.

Sebagai anak kepala desa sebelumnya yang di maksudkan dalam unggahan tulisan akun tersebut, Bustami tidak terima dan melaporkan ke Polres Sampang.

Dalam laporannya, Bustami meminta kepada polres Sampang untuk mengusut tuntas laporannya dan meminta pemilik akun tersebut mengklarifikasi maksud dari tulisan yang di unggahnya itu.

“Apa maksud tulisan itu di facebook, kok sampai menggunggah hal yang tak pantas, untuk itu saya meminta kepada jajaran polres untuk mengusut tuntas masalah ini”. kata Bustomi di depan Mapolres Sampang.

Bustomi menambahkan lagi, “Setelah saya tadi ke Polres Sampang, pihak polres sudah memanggil terlapor dan para saksi-saksi sebayak dua kali, namun terlapor selalu mangkir.” tuturnya.

Sementara, Abd.Aziz, wakil ketua LSM-JCW Kabupaten Sampang mendesak Polres Sampang serius dalam menangani kasus ini.

“Polres harus serius dalam penanganan kasus ini, dan kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas, “kata Aziz dengan tegas.

Lanjutnya lagi, “Kalau mamang Polres Sampang butuh bantuan kata Aziz,  kami siap untuk membantu, karena antara saya, pelalor dan terlapor adalah sama-sama dari Desa Kamoning. Kami siap membantu, Kalau Polres Sampang butuh bantuan, untuk mempercepat penanganan kasus ini”. jelasnya.

Sedangkan, Ipda Indarta, Kanit III Polres Sampang saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan.

“kasus ini sudah dalam penyelidikan. Namun sampai sekarang masih ada kendala. Ini sudah proses penyelidikan, ada dua orang yang kami panggil tidak datang (mangkir).” jelasnya.

Lanjutnya lagi, “Namun tidak cukup disitu, kita akan panggil lagi. Kalau nanti kita panggil tidak datang lagi, maka kami akan lakukan dengan tindakan selanjutnya dan fakta-fakta yang sudah saya dapatkan”. terangnya. (@to’ep/05)

Editor : A.R Tjereni