Morotai di Layani Dua Rute Tol Laut (T10 dan T15)

19

BNI.id, (Morotai – Maluku Utara) – Kab.Pulau Morotai akan di Layani 2 (dua) Tol Laut T10 dan T15, untuk pengembangan pembangunan daerah terluar Indonesia. Jumat 04/09/2020.

Pilihan strategi pengembangan Tol Laut sejatinya merupakan kolaborasi dari pembangunan inklusif yang mengedepankan keadilan ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, sekaligus menjadi anti-tesis dari paradigma pembangunan eksklusif, yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata dengan menafikan aspek pemerataan dan kesinambungan.

Kabupaten Pulau Morotai Prov. Maluku Utara, merupakan wilayah kepulauan yang terluar Indonesia. Pemerintah pulau Morotai saat ini terus berupaya untuk mengembangankan daerahnya dengan selalu melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Morotai.

Sebagai daerah kepulauan, Morotai menjadi salah satu program pemerintah pusat untuk pengembangan pembangunan bidang perikanan dan kelautan. Sehingga, Morotai menjadi salah satu wilayah yang dilewati pelayaran jalur tol laut.

Bupati Morotai Benny Laos, melalui akun resmi Facebook (FB) 04/09/2020, mengatakan, “Morotai cukup terbantu dengan konsep tol laut. Ia cukup mengurangi disparitas harga antara timur dan barat Indonesia. Agar tol laut lebih berpengaruh signifikan, pada webinar nasional transportasi beberapa pekan lalu. Saya mengusulkan penambahan kapal, tujuan dari usulan itu untuk memperlancar arus barang. Disamping itu, memperluas efek manfaat bagi buruh dan pengusaha pemula. jelasnya Benny.

Benny juga menambahkan, penambahan 2 kapal itu akan mulai beroperasi pada 8 September 2020 mendang.

“Kita patut bersyukur, Kementerian Perhubungan langsung mengeksekusi usulan itu. Mulai tanggal 8 September 2020, Morotai sudah dilayani 2 (dua) jalur / kapal. Kapal pertama KM. Logistik Nusantara 6 – Jalur T10 akan closing 8 september 2020 dari Tj. Perak, Surabaya menyinggahi Tidore kemudian ke Morotai, lanjut ke Maba dan Weda.
Kapal Kedua, KM. Logistik Nusantara 3, jalur T15 closing 15 September 2020 dengan rute Surabaya-Makassar-Jailolo-Morotai”. jelas Bupati Morotai.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt. Wisnu Handoko mengatakan, program tol laut yang diawasi dan dijalani merespon dengan cepat permintaan pemerintah daerah (Pemda) yang ingin daerahnya disinggahi oleh kapal-kapal tol laut.

“Beberapa waktu lalu Bupati Pulau Morotai meminta tambahan singgah rute kapal tol laut ke daerahnya dan ini langsung kita respon. Sebelumnya satu rute, menjadi dua rute. Kami berharap tambahan rute ini dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat, sebab kita ketahui kalau Pulau Morotai sangat bagus hasil lautnya,” kata Wisnu, sumber https://www.darilaut.id/berita/morotai-minta-tambahan-rute-tol-laut-ke-jakarta/amp

Rute penambahan 2 (dua) pelayaran tol laut untuk Kab. Pulau Morotai yaitu :
T10 PT Pelni muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak – Tidore (Soasio) – Galela – Buli – Maba – Weda – Tanjung Perak. T15 PT Pelni muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak – Makassar – Jailolo – Morotai (Daruba) – Tanjung Perak.

Benny mengapresiasi peran stakeholder atas keaktifan dan juga berharap untuk pelaku usaha agar bisa memanfaatkan tol laut demi kemajuan usaha dan tercipta iklim pasar yang efisien.

“Saya juga perlu mengapresiasi peran stakeholder atas keaktifan mensukseskan program Tol Laut. Dimana Morotai telah mencatatatkan jumlah pengiriman dan penerimaan muatan melalui Tol laut terbanyak se-Indonesia di semester pertama tahun 2020”.

“Saya berharap, pelaku-pelaku usaha, terutama pengusaha pemula dapat memanfaatkan dua kapal tol laut ini demi kelancaran dan kemajuan usaha sehingga tercipta iklim pasar yang sehat dan menjangkau semua lapisan masyarakat”. tutup Bupati Morotai Benny Laos. (Ar/05)

Editor : A.R Tjereni