Kasatpol PP Surabaya Jadi Sasaran Amarah Ormas KBRS

9

BNI.id, (Surabaya – Jatim) – Budi Santoso Kasat Pol PP Kota Surabaya jadi sasaran amarah oleh Ormas KBRS di Kantor Satpol PP Surabaya pagi tadi sekitar pukul 07:30 wib. Kamis 03/09/2020.

Sekitar pukul 07:30 wib pagi tadi, teras depan kantor Satpol PP Provinsi Jawa Timur, didatangi oleh 2 (dua) anggota KBRS Surabaya dengan berteriak “kembalikan KTP anak kami”, kedua orang itu mengamuk menjadikan Jhon Sidi petugas yang menghadapi hanya bisa mundur.

Amarah keduanya semakin menjadi, membuat hampir semua yang ada di kantor keluar untuk mengetahui apa yang terjadi. Sekalipun di hadapi dengan banyak petugas keduanya tidak berusaha menurunkan tensi amarahnya.Dan semakin menjadi.

Kedua orang itu semakin marah dan besarkan suaranya membuat segenap pimpinan dan pegawai yang berkantor di Jl. Jagir Wonokromo 352 itu keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi di teras kantor tersebut.

Terteriakan untuk meminta KTP anaknya yang terjaring Patroli Satpol PP provinsi Jawa Timur. Dengan nada marah dan tidak mau mendengar penjelasan dari anggota Satpol PP. Menjadikan petugas juga ngotot menjelaskan permasalahannya.

Amarah keduanya semakin memuncak ketika sang Komandan keluar dari ruang kerja. Seperti biasa kegiatan paginya adalah berolah raga dengan mengayuh sepeda. Saat itu kegiatan rutinya terhenti karena menemui tamu yang semakin marah melihat keberadaannya.

Teriakkan kembalikan KTP anak saya berkali-kali terucap, dan terhenti ketika Banteng Cilik anak ketua KBRS Perjuangan muncul di selah mobil dinas dengan membawa Kue Ulang Tahun bertulis angka 57.

Pada saat yang sama Mimbar anak ustad Zainal juga memberikan bendera Merah Putih terlilit di bambu dan lipatan bendera Merah Putih untuk di serahkan kepada Budi Santoso Kasat Pol PP provinsi Jawa Timur.

Bersamaan dengan munculnya anak-anak anggota KBRS Perjuangan, Riono dan ustad Zainal menghindar dari lokasi tanpa sepengetahuan yang lain.Riono dan ustad Zainal adalah anggota KBRS Perjuangan.

Emak-emak dan anggota KBRS Perjuangan yang lain merapat.Di barengi oleh anggota Paguyuban Arek Jawa Timur (Pager Jati), Bonek, Aliansi Pemuda NTT di Surabaya dan Mahasiswa.

Hari kelahiran yang sebenarnya tidak di ingat oleh laki-laki Humanis tersebut terasa lebih meriah dengan kehadiran Tukang Demo yang tergabung dalam Keluarga Besar Rakyat Surabaya Perjuangan (KBRS Perjuangan).

Kemeriahan belum lama tercipta, mendadak semua pandangan di alihkan pada pintu gerbang yang saat itu di biarkan tanpa penjaga. Semua yang berada di lingkup kerja kantor berusaha mendekat pada teras kantor.

Yanto Banteng muncul dengan aktifitas khasnya. Bengak-bengok dengan mengangkat megah phonnya. Walaupun sudah tidak lagi menjadikan kejutan tetapi penyerahan Ikatan Sapu Lidi menjadi begitu menarik karena makna filosopi di paparkan lengkap oleh ketua KBRS Perjuangan.

Rangkaian acara Prank pada Budi Santoso di akhiri nyanyi bareng mengikuti alunan suara Krisyanto vokalis Jamrud.(@to’ep/05)

Editor : A.R Tjereni