180 Kepala Desa Peserta Study Banding di Sambut Tari Gandrung Tamansari

14

BNI.id, ( Banyuwangi – Jatim ) – 180 Kepala Desa yg tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang melakukan study banding ke Desa Tamansari Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan sambut dengan tari Gandrung pada 29/08 kemarin, Sabtu 30/08/2020

Dipilihnya Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lokasi studi banding oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Sampang sangat tepat. Mengingat desa yang berada dilereng gunung Ijen tersebut adalah Desa Wisata Terbaik tingkat Nasional dari (Kemendes PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Pengelolaan wisata di Desa Tamansari yang menerima penghargaan dalam kategori pemanfaatan jejaring bisnis, karena dinilai telah berhasil merintis pengembangan potensi wisatanya secara komersial. Sehingga keberhasilan itu banyak dipetik ilmunya oleh Aparatur desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang.

Kades Tamansari Rizal Syahputra, mengungkapkan, bahwa ia bersama warga setempat melakukan terobosan dengan membangun wisata-wisata penyanggah di kawasan kawah Ijen. Sehingga wisatawan yang mengunjungi kawah yang mengandung belerang itu tidak langsung pulang, tetapi bisa menyempatkan singgah di wisata penyanggah yang telah di bangun.

“Wisata penyanggah yang telah kita bangun dengan melibatkan warga setempat adalah wisata Taman Gandrung Terakota, serta Sendang Seruni yang dikelola langsung oleh (BUMdes) Badan Usaha Milik Desa Tamansari”,

“Selain itu kita membuat kampung susu merupakan wisata edukasi, para pelajar bisa belajar bagaimana budidaya sapi perah dan produksinya. Kita juga membuat destinasi wisata safari perkebunan, wisatawan bisa belajar tentang budidaya kopi hingga proses produksinya,” jelasnya.

Rizal juga menuturkan, destinasi wisata desa tersebut dibangun sejak tahun 2015 lalu, namun mengalami perkembangan yang cukup pesat. Keterlibatan dan peran serta masyarakat setempat sangat menggeliat diantaranya pemanfaatan kendaraan wisata, jasa guide. Bahkan melalui pengelolaan BUMDes Desa Tamansari juga mengembangkan usaha homestay atau rumah singgah bagi wisatawan domistik maupun mancanegara.

“Berkat pengembangan destinasi wisata yang dikelola dengan baik tersebut, sehingga berhasil menggandeng pihak investor serta dapat bantuan dana dari (CSR) Coorporate Social Responsibility  dari perusahaan swasta, maupun bantuan langsung dari (Pemkab) Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Pusat melalui Kemendes, “ungkapnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang, H Ahmad Muhtadin yang juga sebagai Kepala Desa Gunung Eleh Kec. Kedungdung menyatakan, hasil yang bisa dipetik dari studi banding di Desa Tamansari ialah, tentang pengelolaan BUMDes secara baik dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi produktif. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian warga desa.

“Keterbatasan kita adalah pengembangan SDA untuk potensi wisata, salah satunya yang paling vital yakni ketersediaan sumber air yang masih sangat minim jika dibandingkan dengan Desa Tamansari”,

“Namun pelajaran yang dapat kita ambil dari studi banding ini ialah semangat serta inovasi dan terobosan dalam upaya memberdayakan BUMDes dengan meningkatkan SDM masyarakat desa,” pungkasnya.

Obyek wisata Taman Gandrung Terakota menyajikan patung seribu gandrung, serta sebuah arena pertunjukan tari yang mirip dengan tari kecak di Bali. Bahkan setiap 6 bulan sekali di gelar penampilan tari gandrung merupakan tarian suku Osing, suku asli Banyuwangi. Bahkan peserta studi banding menikmati penampilan 2 penari gandrung yang cantik dengan gerakannya yang gemulai.

Selain itu pengunjung yang memasuki lokasi wisata itu juga dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pepohonan bambu dari berbagai jenis baik lokal maupun impor, serta kebun kopi sebagai salah satu tanaman andalan desa tersebut. (Mustain/05)

Editor : A.Tjereni