Pemkab Sampang Study Banding ke Banyuwangi

33

BNI..Id, ( Banyuwangi – Jatim ) – Pemkab Sampang Study banding ke Banyuwangi demi mendongkrak sektor perekonomian.Jumat, (28/08/2020).

Pemkab Sampang melakukan study banding ke Kab.Banyuwangi karena adanya faktor kesamaan letak geographic dalam meningkatkan sektor perekonomiannya baik d bidang (SDM) Sumber daya manusia ataupun (SDA) Sumber daya alam, yang mana sistem pengelolaanya perlu di tingkatkan lagi khususnya pada (BUMDes) Badan usaha milik desa.

Para Kades se Kabupaten Sampang saat mengikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Kepala Desa di Ban

Sebanyak 180 Kepala Kesa (Kades) se-Kabupaten Sampang sedang mengikuti kegiatan (Bimtek) Bimbingan teknis di Kab.Banyuwangi dalam rangka Peningkatan Kapasitas Kepala Desa tahun 2020.

Kegiatan yang bertempat di hotel Mirah Banyuwangi Jawa Timur itu dibuka dan diresmikan langsung oleh Wakil bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

Sementara Plt Kepala (DPMD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Sampang Suhanto mengatakan, Kegiatan bimtek kapasitas Kepala desa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta kemampuan para Kades, terutama di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Semua Kades di Sampang iku kegiatan ini. Untuk pematerinya kami mengundang Kades Tamansari dan Tamansuru, “ucap Suhanto.

Kegiatan bimtek tersebut diharapkan dapat mendorong adanya perubahan pola pikir atau mindset dan etos kerja para Kepala desa dalam memajukan desanya dari semua sektor. Mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, pariwisata, sosial, adat dan budaya.

Menurutnya, revolusi mental aparatur desa menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan dari seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, pihaknya berharap agar semua kepala desa sungguh-sungguh mengikuti kegiatan.

Adapun kegiatan ini juga di ikuti seluruh Camat dan Pendamping Desa se-Kabupaten Sampang. Sehingga diharapkan nantinya ada sinergitas dalam menjalankan program pembangunan desa, “jelasnya.

Kemudian Suhanto menjelaskan, setelah kegiatan bimtek ini selesai, Semua Kades akan melakukan studi banding ke Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi untuk belajar terkait dengan sistem atau pola dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata yang diterapkan.

Pada 2017 lalu, Desa Tamansari berhasil menjadi desa wisata terbaik dalam katagori pemanfaatan jejaring bisnis dari (Kemendes PDTT) Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Penghargaan tersebut diraih karena desa yang berada tepat di bawah kaki Gunung Ijen itu dinilai telah berhasil merintis pengembangan potensi wisata alam seperti homestay, kendaraan wisata, jasa guide dana beberapa usaha kecil menengah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ijen Lestari.

Prestasi Desa Tamansari ini menjadi pelecut semangat bagi kami bersama seluruh pemangku kepentingan di desa untuk terus mengembangkan potensi wisata sebagai instrumen penggerak perekonomian warga, ” pungkasnya.( @to’ep/01).

Editor: Hunter

.