LSM Galaksi Angkat Bicara Terkait Berita PETI Sungai Melawi

13

BNI.id, (Sintang – Kalbar) – LSM Galaksi angkat bicara soal berita PETI di bantaran sungai Melawi.terkait pemberitaan yang mengatakan ada oknum LSM yang membekingi PETI di bantaran sungai melawi.Rabu (26/08/2020).

Di tempat terpisah saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp Korwil LSM Galaksi Sintang Denny Martin, mengatakan “Kami LSM mempunyai hak jawab atas pemberitaan tersebut, ini merupakan rekayasa untuk kepentingan pribadi bukan bersama, yang terakomodir sehingga melakukan penyampaian berita yang mengambang dalam mnyudutkan kelembagaan”.

“Jika ada oknum yang terlibat alangkah baiknya sebutkan siapa ? lembaga apa ? dan buktinya apa ?, jika saudara yang berinisial ps mengatakan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) artinya luas,”

“Saya sangat menyayangi nara sumber dari pemberitaan tersebut terkesan hanya sepihak alias 1 atau beberapa orang saja, harusnya dilakukan mediasi atas kebenaran dari hasil nara sumber pemberitaan, dan bukan khayalan belaka dari subjek yang dijadikan sebuah pemberitaan”, cetusnya.

Denny menambahkan, “Ini terkesan tidak subjektif suatu pemberitaan dibiaskan dalam pengartian kode etik sehingga untuk melindungi nara sumber tanpa kebenaran yang hakiki”.

“Jika berbicara PETI yang ada di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat ini tak akan ada habis-habisnya, Regulasi tentang yang .namanya wpr ini sudah dilakukan koordinasi dari Forkopimda Sintang dengan Forkopimda Pemprov di Pontianak Desember 2019”, katanya.

“Pemerintah masih mencari solusi untuk mengatur kegiatan peti yang dijalur Sungai, Alangkah baiknya kita sebagai sosial kontrol selalu mengawasi tentang kapan WPR untuk penambang emas yang bekerja segera terwujud”,

“Jika berbicara Hukum pekerja penambang emas ini juga sudah menyalahi hukum, sudah beberapa kali kepolisian melakukan penindakan hukum untuk melakukan penindakan, dan tidak ada efek jera, hasil nya juga sama aparat penegak hukum terbentur pada rasa kemanusiaan yang mengalahkan hukum secara perekonomian masyarakat di kabupaten Sintang masih sangat rendah”, tegasnya.

Denny menambahkanlagi, “Gubernur Kalimantan Barat juga sudah menyampaikan tentang regulasi WPR bagi para penambang emas di sungai akan segera dilakukan kajian dari semua pihak pada Tahun 2019 kemarin, artinya jika hal ini sudah diketahui seluruh instansi untuk mencari solusi tentang kegiatan para pekerja emas yang ada di sungai”, ucapnya.

“Seperti yang di beritakan melalui facebook (FB) itu foto PETI beberapa bulan yang lalu, yang telah di bubarkan oleh penegak Hukum kabupaten Sintang, foto PETI yang di lansir melalui akun facebook, foto itu pada tahun 2019”. tutup sintang (MR. Eddy/05)

Editor : A.Tjereni