Kampus Stikmah Tobelo Gandeng PMI Halut lakukan Uji Klinik Produk Herbalove Tahap 1

25

BNI.id (Halut-Maluku Utara) – Stikmah Tobelo kerja sama PMI Halut melakukan Rapit Test uji klinik produk herbalove pada Lingkup Kampus Stikmah dan Markas PMI Halut di laboratorium Kampus Stikma. Rabu 26/08/2020.

Untuk membantu Pemerintah kab.Halmahera Utara dalam percepatan penanganan wabah Corona Disiase (covid19), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) Tobelo kerja sama Palang Merah Indonesia (PMI) Halmahera Utara (Halut) lakukan pengambilan sampel uji klinik tahap I terhadap dosen dan staf Stikmah serta staf dan relawan PMI Halut.

Dr.dr. Arend L Mapanawang, SP.PD,Finasim selaku ketua Yayasan Kampus Stikmah dan Ketua PMI Halut, kepada awak media mengatakan, kegiatan pengambilan sampel darah ini adalah bentuk tahapan riset dan uji klinis produk herbalove (golarend dan pangi) yang dipercayakan oleh pemerintah kepada kampus Stikmah Tobelo.

Uji klinik produk herbalove sebagai anti virus Covid19 untuk percepatan penanganan pasien corona virus Disiase (covid19).

“Kita akan memeriksa sampel darah yang sudah di ambil dari relawan dan staf PMI dan juga dari dosen dan staf kampus Stikmah untuk dilakukan cek pada laboratorium”, tandasnya Arend.

Setelah selesai melakukan pengambilan darah, Kampus Stikmah juga membagikan Suplemen Herbalove (golarend dan pangie) sebagai tahapan uji klinik.

“Manfaat herbalove pada orang normal, sudah masuk fase 1 uji klinik herbalove sebelum akhir bulan ini, dan akan masuk ke uji klinik fase 2 melibatkan 100 sampai dengan 150 pasien covid yg di rawat di beberapa Rumah Sakit (RS) seperti RSUD Tobelo, RS Chasan Busoiri Ternate, RS prof Kandow Manado dan SR FK UI Depok”, ucap arend.

Arend menambahkan lagi, “hal ini sesuai surat yg pernah di sampaikan, saat ini uji invivo pada hewan sementara berjalan dgn menggunakan lab.Universitas Brawijaya Malang bersama Dr. Ahmad Talib dosen Ummu Maluku Utara yang dipercayakan untuk memantau kegiatan riset yang berada di luar Maluku Utara”.

“Stikmah kolaborasi dengan Ummu Ternate dlm consorsium percepatan penanganan Covid19, riset yang berskala internasional dan hasil nya selain di pantau oleh BPOM, kemenkes, Ristek Brin kemekeu dan istana serta WHO diharapkan menghasilkan riset yg baik”.

“Prosedur nya harus ikut protap secara bertahap mulai dari uji invivo pada hewan dan manusia, tidak cepat-cepat mengclaim dan memproduksi tetapi harus mengikuti tahapan riset yang sesuai”,

“Untuk uji klinis fase 1melibatkan minimal 30 orang sehat, fase 2 uji klink 100 sampai dengan 200 pasien covid19, uji klinis fase 3 pada pasien covid 500 sampai 1000 pasien dan uji klinis fase 4 melibatkan 5000 pasien multicenter setelah obat berproduksi”.

“Ini tahapan – tahapan yang harus diikuti, 1 Minggu lalu Stikmah Tobelo sebagai kampus peneliti ikut zoom conference bersama untuk saling memberikan masukan untuk berhasilnya riset.

Selanjutnya menunggu hasil farmakodinamik uji hewan yg saat ini sementara berlngsung dan 30 sampel pasien normal, maka kami akan melakukan zoom conference lagi dgn BPOM pusat melibatkan deputi dan direktur obat tradisional dan kosmetik BPOM.

“Kami akan mengundang piha kemenkes kemenristek brint pada saat konference nanti, moga upaya dan kerja keras Stikmah dan tim konsorsium bisa menemukan hal yang untuk menolong pasien covid19 secara nasional maupun internasional”. tutup arend. (Arman/05)

Editor : A.Tjereni