Oknum Perangkat Desa Suka Jaya Lempasing Diduga Pungli Pembuatan KK dan Akte Kelahiran

107

BNI.Id, (Pesawaran – Lampung) – Ditengah maraknya pemerintah melakukan upaya pemberantasan pungutan liar (Pungli) Aparatur Pemerintahan Desa Sukajaya Lempasing di duga lakukan praktik pungli kepada warga yang mengurus Adminduk, Kamis, (30/7/2020).

Hasil investigasi terkait laporan masyarakat kepada gabungan Ormas GML, Lsm Lira dan sejumlah media cetak dan online mengatakan dia tidak tanggung-tanggung memungut biaya yang di minta oleh oknum berinisial (An) kepada warga sebesar Rp 400 ribu,” ucap sumber

Dan uniknya lagi warga sudah mengeluarkan uang yang lumayan besar dan Adminduknya pun banyak yang salah, dan ketika di minta untuk memperbaikinya si oknum ini pun kembali meminta uang kepada si korban (mrdh) sebesar 200 ribu rupiah dengan alasan biaya transport.

Ketua DPD Ormas GML Rudi Sapari As dan LSM Lira serta gabungan dari media yang konfirmasi langsung kepada warga yang di duga menjadi korban pungli menyayangkan atas adanya dugaan pungli yang di lakukan oleh oknum Aparatur Desa tersebut, sementara untuk pembuatan Adminduk dari pemerintah pusat dan daerah itu gratis, jadi ini sudah merupakan suatu perbuatan yang melanggar hukum,” tegas Rudi.

Saat oknum aparatur desa yang di duga melakukan pungli tersebut akan di konfirmasi terkait kebenarannya, terlihat sedang ada acara rapat di kantor desa dan sudah sempat bertemu dengan gabungan Ormas GML, LSM Lira dan Media, namun belum bisa di konfirmasi karena sedang sibuk.

Saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan, oknum tersebut seakan-akan berlagak tidak faham dengan apa yang di pertanyakan oleh wartawan tentang adanya dugaan pungli dalam pembuatan Adminduk tersebut.

tempat terpisah , setelah mengetahui kalau istrinya di konfirmasi oleh wartawan, suami oknum tersebut mencoba mencari pembenaran dan pembelaan terhadap istrinya dengan cara melakukan pemanggilan dan intimidasi terhadap warga yang di curigai menjadi pelapor atas perbuatan istrinya kepada Ormas GML, Lsm LIRA dan Media.

Dengan mengeluarkan nada ancaman untuk menakut-nakuti warga yang melaporkan istrinya kepada gabungan ormas lsm dan media, suami oknum yang juga merupakan ketua RT tersebut masih memakai gaya premanisme untuk menakuti warga.

Masih menurut Rudi “Saat di konfirmasi terkait apa yang menjadi temuan dari Ormas GML, Lsm LSM serta Media, pelaku mengakui kalau dirinya memang di janjikan oleh korban akan di beri imbalan uang sebesar Rp 400 ribu, namun sampai saat ini dirinya belum menerima uang tersebut dari korban dan dirinya merasa di tipu oleh (Mrdh).

Suami pelaku yang juga Ketua RT setempat ketika mendampingi istrinya saat klarifikasi kepada Gml, Lira dan Media, seakan merasa tidak terima atas persoalan yang terjadi pada istrinya, bahkan mengancam akan menuntut balik warga yang sudah melaporkan istrinya kepada Gml, Lira dan Media dengan tuduhan pencemaran nama baik karena sudah memfitnah istrinya.

Di lain sisi saat akan di konfirmasi kepada kepala desa Sukajaya Lempasing (Zainuri) tidak berada di tempat (baik di kantor maupun di rumahnya) Sampai berita ini di terbitkan, kepala desa belum bisa di mintai keterangan. (P.Tambunan/05)

Editor : Endra