Dinas Yang Dipimpin Istri Bupati Halsel ‘Terburuk’ Dalam Penyerapan Anggaran 2019

1221

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara) – Buruknya penyerapan anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun anggaran 2019 menjadi sorotan banyak kalangan, aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Halmahera Selatan menyoroti buruknya penyerapan anggaran di dinas pimpinan istri bupati tersebut, Rabu (29/07/2020).

Ploting anggaran untuk dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan untuk tahun anggaran 2019 terbilang cukup fantastis, alokasi wajib 20% untuk pendidikan itu hanya terealisasi Rp. 70.969.268.885 dari alokasi Rp. 137.629.752.108 atau hanya terserap 51,6%.

Harmain Rusli aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Halsel pada awak media mengatakan penyerapan yang buruk dinas pendidikan dan kebudayaan pada tahun anggaran 2019, harus menjadi perhatian serius DPRD. pengalokasian anggaran tahun 2021 harus benar-benar perioritas untuk bisa direalisasikan,” ucap Harmain.

Lanjut Harmain Rusli, ini menjadi peringatan sekaligus cambuk buat DPRD agar lebih teliti, perioritas dan proporsional untuk pembahasan anggaran tahun 2021, kiranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel Nurlela Muhammad wajib diikutsertakan untuk dimintai detail perencanaan tahun depan, agar DPRD secara teknis dan terperinci bisa memprioritaskan penggunaan anggaran tahun 2021,” harapnya.

“Dalam catatan kami, kadis pendidikan Halsel Nurlela Muhammad “alergi” terhadap gedung wakil rakyat, ini momentum untuk koreksi atas kinerja kepala dinas serta staafnya, karena di dinas pendidikan tidak hanya penyerapan anggaran yang buruk, kinerja perangkap dibawahnya juga jelek, seperti guru (kepsek) orang dekat ‘pagar seng’ yang mengajar seminggu libur 3 bulan,” tegas Harmain. (Isto/03).

Editor : Onetria