Akibat Covid, Produksi IKM Putri Bajo Sangkuang Turun Drastis

73

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara) – Wabah virus corona sangat berdampak pada pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Halmahera Selatan, ancaman terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan warga dunia, pelaku usaha kecil dan menengah Halmahera Selatan juga ikut merasakan dampaknya, Rabu (28/07/2020).

Hartati Umar direktur IKM Putri Bajo Sangkuang saat ditemui Bedah Nusantara menguraikan kerupuk kamplang Putri Bajo Sangkuang di produksi tahun 2007 hingga saat ini. Kamplang Putri Bajo Sangkuang dengan adanya Covid-19 sangat berdampak bagi pelaku-pelaku IKM khususnya bagi pengolahan kamplang,” ucapnya.

Lanjut Hartati, dengan adanya covid-19 sangat terasa sekali bagi pelaku-pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kamplang sulit di dapat untuk saat ini,” keluhnya.

“Meski belum stabil namun tetap diupayakan agar bahan dasar pembuatan kamplang tetap tersedia, agar IKM Putri Bajo Sangkuang tetap berproduksi meski dengan jumlah yang terbatas,” pungkas Tati.

Industri Kecil Menengah (IKM) Putri Bajo Sangkuang biasanya nampu memproduksi lebih dari 1000 kemasan dalam sebulan, namun karena covid dan cuaca yang tidak menentu mengakibatkan produksi kamplang Putri Bajo Sangkuang menurun drastis hingga 400 kemasan.

Selain covid faktor cuaca menjadi kendala serius dalam pembuatan kamplang, karena kamplang Bajo mayoritas pengeringan masih menggunakan sinar matahari. Musim hujan lebih banyak dari musim panas tentu ini berakibat fatal bagi IKM Putri Bajo Sangkuang dalam pengelolahan kamplang.

Tati sapaannya, ditengah ketidak berdayaan pelaku IKM Putri Bajo Sangkuang akibat covid dan cuaca yang tidak menentu mengharapkan kepada semua pihak terutama pemerintah daerah baik kabupaten Halmahera Selatan maupun provinsi Maluku Utara agar bisa memberikan solusi dengan menghadirkan teknologi pengeringan kamplang bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM),” tutupnya. (Ances/03).

Editor : Onetria