Ormas LAKI Kota Subulussalam Menyoal Dana Covid-19

381

BNI.Id, (Kota Subulussalam – Aceh) – Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kota Subulussalam Ahmad Rambe, meminta kepada ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam, untuk segera menyampaikan kepada publik tentang penggunaan anggaran dana Covid-19 yang telah di gunakan dalam pelaksanaan penangan Covid-19, terhitung mulai dari mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia khusus nya Kota Subulussalam Aceh. Senin (27/7/2020).

Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Impormasi Publik, Ahmad Rambe Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kota Subulussalam mengatakan kepada media BNI.Id di Ruang kerja nya, pihaknya sangat mengingin kan imformasi tentang penggunaan dana ini agar terbuka dan transparan kepada publik.

Dengan beredarnya impormasi di tengah masyarakat tentang anggaran Covid-19 yang di pakai selama ini bernilai puluhan miliran rupiah, yang di kucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah Kota Subulussalam, bahkan ada lagi imformasi pengutipan bantuan sukarela dari beberapa perusahaan yang berdomisili di daerah Kota Subulussalam dalam penanganan Covid-19.

Ormas laki kota Subulussalam mencoba menusuri impormasi tersebut kepada pihak terkait, namun pihak nya tetap mendapat kan kesulitan, sehingga dari ormas LAKI Kota Subulussalam sebagai kontrol sosial sejalan dan senada dengan penggiat lembaga swadaya masyarakat lainnya sangat wajar menduga, bahwa penggunaan dana Covid-19 tersebut di gunakan tidak sesuai dengan aturan.

Ahmad Rambe mengatakan, “Sejauh ini Kota Subulussalam masuk dalam kategori zona hijau, namun anggaran yang dihabis kan lebih dari Rp. 10 miliar untuk penanganan Covid-19 tersebut, sudah jelas dana tersebut akan menyerab dana APBK Subulussalam.” Sebutnya.

Lanjut Ahmad Rambe, “Selaku ormas di Subulussalam sekaligus sebagai masyarakat Kota Subulussalam, kami sudah tentu ingin mengetahui secara detail tentang angaran tersebut, kemana di arahkan dan kemana saja dana tersebut di gunakan, sementara untuk pengadaan sembako yang di salurkan kepada masyarakat selama ini hanya sekali saja, itupun isi atau harga sembakonya yang hanya 4 jenis itu masih dalam pertanyaan,” paparnya.

Setahu kami selaku Ketua Gugus Copid-19 Kota Subulussalam tentu saja adalah Walikota Subulusssalam, dan di dampingi panitia lainnya yang terlibat dalam hal ini, untuk itu kita perlu menjaga nama baik daerah kita dan sekali gus menjaga nama baik pemimpin daerah kita, dan menghindarkan dugaan yang kurang baik dari pihak manapun, jangan sampai menjadi fitnah ditengah-tengah masyarakat nantinya, maka sangat kita perlukan keterbukaan publik,” tutup Ahmad. (Rambe/05)

Editor : Endra