Ratusan Massa Gorontalo Unras Tuntut Lahan HGU

25

BNI. Id, ( Gorontalo ) – Massa kembali melakukan aksi unjuk rasa (UNRAS) menuntut surat edaran Pemerintah Daerah tertanggal 6/Juli/2020 melalui pemerintah Kecamatan Dungaliyo, atas larangan melakukan Aktivitas di lokasi Lahan ( HGU) untuk sementara waktu sampai persoalan ini selesai.

Dalam hal ini aksi Rahman Hudju mengatakan, warga masyarakat melakukan unjuk rasa lantaran Pemda tidak mampu memberikan solusi yang tepat Kepada masyarakat, kami takutkan jika nantinya akan ada korban di HGU itu, ” paparnya.

Lanjut Rahman, tugas Pemerintah harus melayani masyarakat, memberi solusi dan bukan sebaliknya Justru di abaikan, kami minta pemerintah jangan banyak ngibul, ” tegas Rahman.

Dilain sisi Ramli H Mapo, “saya kesal dengan sikap pemerintah di nilai tidak tegas dalam mengambil kebijakan polemik yang terjadi. Tidak ada tindakan yang tegas dari pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan desa, buktinya setelah ada surat larangan di keluarkan masih ada aktivitas di lahan HGU ucap, ” ucap Ramli.

” apabila Pemerintah dan DPRD tidak menyelesaikan persoalan/polemik ini maka masyarakat sendiri yang akan menghentikan aktivitas lahan HGU yang sementara di kerjakan atau di Garap para Oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, dan harus ada Solusi juga hari ini,”.

” kami minta Bupati dihadirkan di DPRD dan jangan salahkan kami jika mengambil kebijakan sendiri untuk menyelesaikan persoalan ini,”.

Dimana Aksi Unjuk Rasa ini telah disambut langsung oleh ketua DPRD, Kabupaten Gorontalo? Syam T. Ase. Dan dirinya mengakui bahwa persoalan HGU ini, di kecamatan Dungaliyo merupakan pekerjaan yang belum tuntas penyelesaiannya, sekarang juga kita undang semua pihak yang terkait agar semua ini di tuntaskan dan tidak berlarut lama, ” ujar Syam.

Sampai saat ini Ratusan massa aksi Unras masih menunggu hasil Rapat yang akan di Gelar bersama sejumlah pihak yang terkait dan termasuk pemerintah Daerah, Dinas BPN kabupaten Gorontalo dan rapat akan di gelar pada pukul 14.00 sesuai kesepakatan DPRD dan masa aksi Unras. (Syarief/06).

Editor : A. Nurul Falah.