Koalisi PDIP – PKPI Alami Jalan Buntu, Dipastikan BK Sulit Dapat Rekomendasi PDIP

1094

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara) – Reputasi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Halmahera Selatan benar-benar dipertaruhkan, sedianya dua kader yang didorong untuk maju bertarung sebagai calon Bupati maupun Wakil Bupati seakan tidak punya posisi tawar istimewa. Petahana yang awalnya digadang-gadang mengandeng kader PDIP namun hingga kini belum terlihat kejelasannya, meski dukungan PDIP sangat dibutuhkan petahana, Kamis (16/07/2020).

Catatan media ini PDI Perjuangan pada setiap pilkada Maluku Utara tetap mengutamakan mengusung kader partai sendiri. Halsel ada dua kader yang maju, Asrul Rasyid Ichsan maju sebagai calon Bupati dan Ikram Haris maju sebagai Wakil Bupati.

Pimpinan DPRD Maluku Utara periode 2014-2019 Fraksi PDIP yang juga calon wakil Bupati Ikram Haris ketika dihubungi media ini mengatakan, DPP Partai memberikan tugas kepadanya untuk membangun komunikasi dengan partai politik lain, termasuk dengan bakal calon lain untuk bisa berkoalisi dan tentunya memenuhi persyaratan 6 kursi agar bisa menjadi kontestan, hingga tahap ini komunikasi itu masih tetap masih ada” ucapnya.

Sebagai bakal calon Wakil Bupati tentunya juga telah membuka ruang komunikasi dengan melihat peta dan peluang yang berkembang saat ini, dimana tersisa 3 partai yang belum berkeputusan final, Gerindra-PKPI dan Berkarya. Komunikasi dengan teman-teman partai ini intens saya lakukan dan responnya sangat positif mengarah pada koalisi partai” urai Ikram Haris.

Anggota DPRD  Provinsi Maluku Utara dapil Halsel tiga periode ini melanjutkan. Kondisi ini menjadi keharusan buat saya untuk mencoba membangun komunikasi dengan Bahrain Kasubah dengan harapan tercipta suatu kesepahaman bersama sehingga dapat terbentuk koalisi pasangan PKPI-PDI Perjuangan, dimana PKPI memiliki 2 kursi, sama dengan PDI Perjuangan juga 2 kursi, sehingga diharapkan Gerindra dan Berkarya menjadi bagian dari koalisi ini”, tambah Ikram Haris.

Bahrain Kasuba selaku petahana sangat berkepentingan dapat dukungan PDIP namun disisi lain lebih menutup diri dan tidak mau membuka ruang komunikasi, termasuk komunikasi dengan teman-teman DPC maupun DPD PDI Perjuangan. Beliau juga terkesan tidak bersedia menerima kader PDI Perjuangan sebagai pasangan calon wakilnya.

Ikram Haris warga Halsel dari Makian Ene Lo Ene ini menutup pembicaraan dengan mengatakan, kondisi seperti ini tentunya akan mengancam terbentuknya koalisi, dan bisa dipastikan dukungan rekomendasi PDI Perjuangan tidak akan mungkin memutuskan mendukung Bahrain Kasubah. Karena kehadiran PDI Perjuangan harusnya dipandang sebagai peluang bagi BK tetapi malah dipandang sebelah mata sehingga tidak ada sama sekali kepentingan kedepan bagi PDI Perjuangan untuk mendukung BK pada pilkada nanti” tutup Ikram Haris.

Ketua Bapilu PDIP Halsel La Jamra Hi. Zakaria belum lama ini ditemui media ini dikediamannya mengatakan bahwa PDIP itu prosesnya cepat kalau salah satu dari calon Bupati ini menggandeng kader sebagai calon wakil bupati” ucapnya. (Isto/03)

Editor : Onetria