Tim SATGAS Covid-19 Halmahera Utara, Bentuk Desa Tangguh Lawan Corona

21

BNI.id, (Halut – Malut) – Dalam upaya pemutusan penyebaran wabah Covid-19 sampai pada level bawa (RT), Tim SATGAS Covid-19 Halut, membentuk desa tangguh Covid-19, agar masyarakat aware (peduli) dengan pencegahan penyebaran Covid-19. adanya desa tangguh mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya, Rabu (15/07/2020).

Peserta dalam pertemuan pembentukan desa tangguh yang dilaksanakan hari ini di Gedung Meeting Room Kantor Bupati Halmahera Utara, yang hadir Muchlis Tapi Tapi (Wakil Bupati), Letkol Inf Raymond Sitanggang (Komandan Kodim 1508/Tobelo), Perwakilan Polres Halut, Wenas Rampies (Kadis PMD), dr. Irwanto Tandaan (Dirut RSUD Tobelo), Abner Manery (Kepala BPBD), Judihart Noya (Asst.III Bupati), Camat Sekecamatan Tobelo, dan Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Halut.

Pada sambutan Wakil Bupati, mengatakan “situasi pandemi ini adalah tanggungjawab kita bersama olehnya itu dalam pembentukan desa tangguh Covid-19 kita harus konsen dalam upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dan insya Allah dengan terbentuknya desa Tangguh ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucapnya.

Menurut, Komandan Kodim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond Sitanggang, “Wabah Covid-19 ini Perlu kita sadari bersama bahwa ini belum berakhir dan masih berkelanjutan serta masih banyak keterbatasan yang kita miliki dalam tindakan pencegahan dan penanganan wabah ini baik dari kapasitas maupun anggaran, keterbatasan ini menjadi titik tolak untuk membentuk adanya desa-desa tangguh dan ini sebuah langkah positif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19”, punkasnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Irwanto Tandaan, mengusulkan agar desa yang dipilih menjadi contoh desa tangguh adalah desa yang mana ada warganya yang sudah terkonfir oleh Wabah Corona.

Tujuan Dasar Pembentukan Desa Tangguh, yaitu : untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 diwilayah tertentu dalam batas waktu yang sudah di tentukan, membangkitkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat kebersamaan untuk lebih waspada dalam menghadapi Penyebaran Covid-19, membangun solidaritas antar sesama warga masyarakat dimasa Pandemi, meminimalisir dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan cara meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. (A.Tjereni/03)

Editor : Onetria