Kejaksaan Selamatkan Uang Negara 956 Juta

14

BNI.id, (Selayar – Sulsel) – Kejaksaan Negeri, (Kejari) Kepulauan Selayar, berhasil selamatkan uang negara sebesar 956 Juta, dari tunggakan kredit pemberdayaan ekonomi rakyat, Tahun 2000, 2001 dan 2002 secara non litigasi (diluar pengadilan) dan mulai dilaksanakan sejak November 2017.

Penyelamatan uang negara tersebut atas kerja sama antara Pemerintah Kepulauan Selayar dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar tentang penanganan masalah hukum dan tata usaha negara khususnya penanganan tunggakan kredit dana pemberdayaan ekonomi rakyat Tahun 2000, 2001, dan 2002 secara nonligitasi.

Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, ditandai penyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar atas kerja sama penanganan masalah hukum dan tata usaha negara. khususnya yang berlangsung di Ruang Rapim, Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (9/7/2020).

Beberapa pejabat Pemkab Kepulauan Selayar, ikut menghadiri kegiatan tersebut diantaranya Ketua DPRD, Mappatunru, S Pd, Sekda, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M. Si, unsur Forkopimda, para Asisten dan pimpinannya OPD.

Penghargaan tersebut berupa sertifikat yang diserahkan Bupati Basli Ali, kepada Kajari Kepulauan Selayar, Adi Nuryadin Sucipto, SH, MH yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang penyelamatan aset dan penerimaan negara.

“Kerja sama ini kami harapkan untuk dapat diperpanjang yang tentunya akan banyak masalah aset yang bisa diselesaikan. Adapun pada bidang penerimaan/pendapatan daerah memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah”, ucap Bupati Basli Ali.

Sementara Kajari Kepulauan Selayar, Adi Nuryadin Sucipto mengatakan, dengan adanya kerja sama ini akan mengoptimalkan pengembalian pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi.

“Selain itu kita juga selalu berkoordinasi dalam masalah perdata, karena selain menegakkan hukum, kita juga akan menyelamatkan keuangan negara,” ucap Kajari. (Rizal/04).

Editor : Hunter.