Balai TN Takabonerate Diduga Halangi Investor Pariwisata Masuk Selayar Untuk Berinvestasi

203

BNI.id, (Selayar — Sulsel) — Diduga Balai Taman Nasional (TN) Takabonerate, sepertinya mau menghalangi investor Pariwisata masuk ke Selayar untuk berinvestasi, pasalnya surat permohonan untuk rekomendasi yang kami ajukan ke pihak Balai, hingga saat ini belum ditandatangani.

Hal ini disampaikan oleh, Zaenuddin P, SH, selaku perpanjangan tangan pihak investor, saat dihubungi Media, Bedah Nusantara Indonesia.id (BNI), di Benteng, Kepulauan Selayar, Sabtu (11/7/2020).

Zainuddin, P, juga sampaikan bahwa pembelian tanah di Pulau Lantigiang Desa Jinato, Kecamatan Takabonerate, diakui sebagai bagian dalam kawasan konservasi Taman Nasional Takabonerate.

“Olehnya itu kami selaku calon investor, sudah melakukan pembelian tanah seluas kurang lebih 5 Ha, di pulau Lantigiang, Desa Jinato, Kecamatan Takabonerate dan semuanya sudah sah dari pemiliknya sebagai ahli waris”, tegas Zaenuddin, P. SH.

“Menurutnya lagi bahwa, jika investor dihalangi untuk masuk ke Selayar, bagaimana masyarakat bisa makmur. “Bahkan untuk izin lokasi sudah disejui Pemerintah Kabupaten,” jelas Zaenuddin.

“Perlu diketahui bahwa kawasan konservasi itu ada, mulai tahun 2000 dan sejak saat itu, semua ahli warisnya sebagai pemilik, itu belum pernah menerima biaya lahan sepersenpun atas haknya,” tegas Zaenuddin. P, SH.

Tentang pengaduan pihak Balai TN. Takabonerate ke Polisi, Zaenuddin sikapi secara positif, karena pihak Balai TN. Takabonerate Selayar, adalah Tim Tehnis dari Dirjen Lingkungan Hidup dan Konservasi.

Diakuinya pula Zainuddin bahwa pengaduan Balai TN. Takabonerate ke Polisi, sudah pernah ada media didaerah ini yang mempublikasikannya. (Rizal/04).

Editor : Hunter.